← Beranda
Ethan Mbappe Selamatkan Lille dari Kekalahan, PSG Kehilangan Fokus di Akhir Laga
Sigit PrasetyoSenin, 6 Oktober 2025 | 20.28 WIB
Ethan Mbappe mencetak gol di menit akhir saat Lille bermain imbang dengan PSG. (Instagram losclive)
 

JawaPos.com - Ethan Mbappe mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir untuk menghindarkan Lille dari kekalahan saat menjamu Paris Saint-Germain dalam lanjutan laga Ligue 1 yang berakhir 1-1 di Decathlon Arena, Minggu (6/10) malam waktu setempat.

Gol pemain berusia 18 tahun itu menjadi sorotan utama, bukan hanya karena lahir melawan mantan klubnya, tetapi juga karena memperpanjang bayang-bayang nama besar sang kakak, Kylian Mbappe, yang kini bersinar di Real Madrid.

PSG tampak akan membawa pulang tiga poin berkat tendangan bebas gemilang Nuno Mendes di babak kedua, sebelum Ethan muncul dari bangku cadangan untuk mencetak gol pertamanya ke gawang juara bertahan hanya beberapa menit sebelum waktu normal berakhir.

Hasil ini membuat PSG gagal memperlebar jarak di puncak klasemen, sementara Lille menunjukkan keteguhan karakter di hadapan pendukungnya.

Sejak awal laga, PSG tampil dengan formasi berbeda dari skuat yang turun di Liga Champions melawan Barcelona. Luis Enrique merotasi sejumlah pemain inti, memberi kesempatan kepada Bradley Barcola, Lee Kang-in, dan Senny Mayulu untuk tampil sejak awal.

Namun, meski mendominasi penguasaan bola, peluang bersih justru sulit tercipta.

Lucas Hernandez dan Lee Kang-in beberapa kali mencoba mengancam, tetapi penyelesaian akhir PSG tak cukup tajam menghadapi disiplin lini belakang Lille.

Di kubu tuan rumah, Olivier Giroud yang menjalani musim perdana di Ligue 1 sempat menguji refleks Lucas Chevalier, kiper muda yang malam itu tampil percaya diri menghadapi mantan klubnya.

Thomas Meunier juga sempat mengancam melalui dua percobaan jarak jauh, namun PSG mampu bertahan dengan rapi.

Kebuntuan PSG akhirnya pecah di menit ke-66 lewat aksi individu Nuno Mendes.

Setelah Achraf Hakimi dilanggar Ayyoub Bouaddi di luar kotak penalti, bek asal Portugal itu mengeksekusi tendangan bebas dengan kaki kiri yang melengkung sempurna ke pojok atas gawang Berke Ozer.

Gol tersebut menegaskan kualitas eksekusi bola mati PSG, sekaligus menjadi gol perdana Mendes sejak kembali dari cedera panjang musim lalu.

Momentum seolah berpihak kepada tim tamu. Lille kehilangan ritme dan tampak kesulitan menahan laju serangan cepat PSG yang digerakkan oleh Lee dan Barcola dari sisi sayap.

Namun, peluang demi peluang terbuang sia-sia. Goncalo Ramos gagal menanduk bola ke arah gawang, sementara Hakimi melepaskan tembakan yang hanya membentur sisi tiang.

Sementara dikubu tuan rumah, memasukkan Ethan Mbappe di menit ke-85, dan tidak butuh waktu lama untuk mencetak pengaruh. Empat menit berselang, ia memanfaatkan ruang di sisi kanan kotak penalti setelah menerima umpan pendek dari Nabil Bentaleb.

Dengan ketenangan yang luar biasa di usia belianya, Ethan melepaskan tembakan mendatar yang melintas di depan Chevalier dan bersarang di pojok bawah gawang.

Gol itu disambut riuh oleh para pendukung Lille, seolah menjadi momen simbolik bahwa nama “Mbappe” kini memiliki dua cerita berbeda di panggung Ligue 1.

Gol tersebut menjadi penyeimbang sekaligus penyelamat Lille dari kekalahan kandang.

Bagi Ethan, ini adalah gol keduanya musim ini, memperkuat kesan bahwa ia mulai menapaki jalannya sendiri, terpisah dari bayang-bayang sang kakak yang kini menulis sejarah di Madrid.

Bagi PSG, hasil imbang ini terasa pahit.

Meski tampil dominan, mereka gagal menjaga konsentrasi di menit-menit akhir, pola yang sempat terlihat dalam beberapa laga domestik sebelumnya. Luis Enrique mengakui selepas laga bahwa timnya “kehilangan kendali pada momen yang paling menentukan.”

Lille pun mendapat tambahan kepercayaan diri jelang jadwal padat Oktober. Ethan Mbappe menjadi wajah baru harapan mereka, tenang, dan penuh motivasi.

Sementara PSG perlu memperbaiki efisiensi lini depan jika ingin mempertahankan posisi puncak klasemen Ligue 1.

Sayangnya, dalam laga ini bek naturalisasi Indonesia Calvin Verdonk tidak masuk daftar susunan pemain (DSP) pada laga ini, sementara beberapa pemain muda Lille mendapat menit bermain penting dari pelatih Paulo Fonseca.

Dengan hasil ini, PSG masih memimpin klasemen dengan keunggulan tipis atas Monaco, sementara Lille bertahan di papan tengah, menunjukkan bahwa semangat muda dan determinasi masih bisa menahan dominasi klub raksasa.

EDITOR: Edi Yulianto