JawaPos.com - Setelah seminggu menjadi pusat perhatian karena kontroversi soal posisinya di lapangan, Fede Valverde akhirnya kembali tampil untuk Real Madrid sebagai bek kanan saat menghadapi Villarreal di Santiago Bernabeu.
Melansir Mundo Deportivo, Xabi Alonso memberi kepercayaan penuh kepada pemain asal Uruguay tersebut, dan Valverde pun menanggapinya dengan performa luar biasa, memperlihatkan kekuatan fisik serta ketangguhannya dalam bertahan dan menyerang.
Publik Bernabeu memberi tepuk tangan meriah ketika Valverde beberapa kali melakukan sprint kembali ke posisinya untuk mematahkan serangan lawan.
Baca Juga: Real Madrid Menang Atas Celta Vigo: Fede Valverde Terobsesi dengan Gol Jarak Jauh
Dengan ruang gerak yang lebih luas di sisi kanan, ia kembali menunjukkan kecepatan serta daya juangnya yang selama ini menjadi ciri khas.
Meski belum mencapai performa terbaik seperti musim-musim sebelumnya, penampilan melawan Villarreal membuktikan bahwa semangatnya belum pudar.
Minggu ini bukan waktu yang mudah bagi Valverde. Isu bermula pada konferensi pers jelang laga Liga Champions melawan Kairat Almaty.
Baca Juga: 3 Sorotan Utama dari Kemenangan 3-1 Real Madrid atas Villarreal
Saat itu ia mengungkapkan keinginannya untuk tidak lagi dimainkan sebagai bek kanan—posisi yang pernah diembannya sebanyak 15 kali di bawah Carlo Ancelotti dan sekali di Piala Dunia Antarklub bersama Xabi Alonso.
Pernyataannya itu sempat menimbulkan salah paham di media, apalagi ketika ia tidak diturunkan di Kazakhstan, yang memicu rumor bahwa dirinya menolak bermain di posisi tersebut.
Xabi Alonso pun menanggapi isu itu dengan tegas dalam konferensi pers sebelum laga kontra Villarreal.
“Tidak ada pemain yang mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak ingin bermain di posisi tertentu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya ingin seluruh pemain berpartisipasi secara aktif dalam skuad. Tak lama setelah itu, Alonso menurunkan Valverde di posisi bek kanan—keputusan yang seolah menjadi cara terbaik untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi.
Dan hasilnya terbukti efektif. Meski bukan posisi favoritnya, Valverde tampil impresif selama 90 menit penuh.
Ia memanfaatkan kekuatan fisiknya untuk menguasai sisi kanan lapangan dan bekerja sama baik dengan Franco Mastantuono yang bermain lebih ke tengah.
Dalam situasi bertahan, ia selalu menjadi pemain pertama yang turun membantu dan membaca arah serangan dengan cermat. Bahkan ketika Villarreal mencoba menekan melalui kecepatan para penyerangnya, Valverde tetap tenang dan mampu menjaga keseimbangan permainan Madrid.
Di salah satu momen krusial, ia berhasil menggagalkan peluang berbahaya Villarreal dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton Bernabeu yang meneriakkan namanya.
Momen itu menjadi simbol rekonsiliasi antara dirinya, pelatih, dan para penggemar yang sempat meragukan komitmennya.
Setelah tidak dimainkan di Almaty, Valverde kini kembali tampil penuh selama satu pertandingan dan menunjukkan loyalitas yang tidak perlu diragukan.
Ia menutup laga dalam kondisi kelelahan, namun sempat berterima kasih kepada para penggemar dengan mengangkat tangan saat meninggalkan lapangan.
Di menit-menit akhir, ia bahkan mencoba peruntungannya lewat tendangan voli jarak jauh khasnya, meski bola melambung di atas gawang.
Pertandingan ini menjadi titik balik penting bagi Valverde. Ia membuktikan bahwa isu penolakannya untuk bermain sebagai bek kanan hanyalah kesalahpahaman.
Di sisi lain, keputusan Xabi Alonso untuk menurunkannya juga memperlihatkan pesan tegas: setiap pemain Real Madrid harus siap ditempatkan di posisi mana pun demi kepentingan tim.
Dengan dedikasi dan mental baja yang diperlihatkan di laga melawan Villarreal, Valverde sekali lagi menegaskan reputasinya sebagai pemain serba bisa yang selalu siap berkorban untuk klubnya, tak peduli di mana ia dimainkan.