JawaPos.com - Vinicius Jr. kembali jadi bahan perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga situasinya di Real Madrid yang kini tak sepenuhnya sesuai harapannya.
Di bawah arahan pelatih baru Xabi Alonso, status sang pemain Brasil mulai berubah. Pada usianya yang ke-25, Vinicius tak lagi otomatis mendapat tempat di starting XI. Dari enam laga awal musim ini, ia dua kali tak dipasang sejak menit pertama.
Kekecewaannya terlihat jelas, terutama saat ditarik keluar dalam pertandingan melawan Espanyol akhir pekan lalu. Kondisi ini makin rumit karena terjadi di tengah negosiasi kontrak baru yang mandek.
Baca Juga: Berikut Fakta Menarik Setelah Real Madrid Cetak 6 Kemenangan Beruntun di Liga Spanyol
Madrid Tegas Soal Tawaran
Menurut laporan MARCA, pada Senin pagi agen Vinicius, Frederico Pena, sempat bertemu dengan direktur umum Jose Angel Sanchez di Valdebebas untuk membahas situasi kliennya.
Meski sejumlah sumber membantah adanya pertemuan itu, MARCA bersikeras bahwa diskusi memang berlangsung.
Bagi Real Madrid, Vinicius tetaplah pemain penting dalam skuad. Klub menilai kontribusinya sangat berharga dan akan terus mendukungnya. Namun, soal perpanjangan kontrak, sikap mereka jelas: tawaran sudah ada di atas meja dan tidak akan berubah dalam waktu dekat.
Masih ada 20 bulan tersisa dalam kontrak pemain asal Brasil itu, sehingga Madrid menilai tidak ada alasan untuk panik. Namun, situasi menjadi janggal mengingat enam bulan lalu kedua pihak sebenarnya sempat dianggap mencapai kesepakatan.
Kini, kubu Vinicius mencoba mendorong adanya peningkatan signifikan dalam nilai kontrak, tapi klub menolak keras.
Baca Juga: Real Madrid Hancurkan Levante 4-1, Vinicius dan Mbappe Bersinar!
Belajar dari Kasus di Masa Lalu
Kasus kebuntuan kontrak bukan hal baru bagi Real Madrid. Sebelumnya, Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos juga sempat mengalami negosiasi alot sebelum akhirnya meninggalkan klub.
Meski begitu, kondisi Vinicius berbeda karena ia masih berada di puncak usia emas, sedangkan Ronaldo dan Ramos ketika itu sudah melewati usia 30-an.
Walau menyadari pentingnya mempertahankan salah satu aset terbaik mereka, Madrid juga tetap berpegang pada prinsip menjaga hierarki gaji di ruang ganti. Klub menolak memberikan peningkatan berlebihan yang bisa mengganggu keseimbangan struktur finansial tim.
Dengan begitu, posisi Madrid tetap konsisten: Vinicius akan terus dihargai sebagai pemain spesial, tetapi jika ingin bertahan, ia harus menerima syarat kontrak yang sudah ditawarkan tanpa berharap ada tambahan besar di dalamnya.