JawaPos.com - Nama Guillermo Ochoa tentu tidak asing di telinga pencinta sepak bola dunia. Kiper yang identik dengan penampilan gemilangnya setiap tampil di Piala Dunia kali ini kembali membuat kejutan.
Pada usia 40 tahun, Ochoa resmi pindah ke Liga Siprus untuk memperkuat AEL Limassol.
Ia akan mengenakan nomor punggung 13, angka yang sudah lama jadi ciri khasnya di berbagai klub dan timnas Meksiko.
Langkah ini menambah panjang daftar petualangan karier Ochoa yang sudah berkelana di enam negara berbeda sebelum akhirnya mendarat di Siprus menjadi negara ketujuh tempat ia berkarir.
Meski usianya tak lagi muda, Ochoa tetap dianggap sebagai sosok penting berkat pengalaman serta refleks luar biasa yang membuatnya mendapat julukan 'kiper spesialis Piala Dunia'.
Awal Karier dan Kebangkitan di Club América
Francisco Guillermo Ochoa Magaña lahir pada 13 Juli 1985 di Guadalajara, Meksiko. Dengan tinggi 1,85 meter, ia memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Club América sejak 1995 hingga 2004.
Debut profesionalnya terjadi pada 2003 saat ia dipinjamkan ke Tigrillos Coapa, tampil sebanyak 12 kali. Tak butuh waktu lama bagi Ochoa untuk kembali ke klub induknya, Club América, dan mencatat 239 penampilan dari 2004 hingga 2011.
Pada periode tersebut, Ochoa berhasil mempersembahkan sejumlah gelar domestik, termasuk Liga MX Clausura 2005, Campeón de Campeones 2005, hingga CONCACAF Champions’ Cup 2006. Performanya yang konsisten membuat namanya mulai dikenal luas di Meksiko maupun kancah internasional.
Tahun 2011 menjadi awal karirnya di Eropa. Ochoa hijrah ke Prancis untuk memperkuat AC Ajaccio. Selama tiga musim, ia tampil 112 kali di Ligue 1, dikenal sebagai salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Liga Prancis.
Pada 2014, ia pindah ke Spanyol bersama Malaga, meski hanya tampil 11 kali. Musim 2016–2017, ia dipinjamkan ke Granada dan mendapat kepercayaan penuh dengan 38 penampilan.
Kemudian pada 2017, ia menyeberang ke Belgia untuk membela Standard Liège. Di sinilah Ochoa kembali menemukan kembali permainanya.
Ochoa total mencatat 78 penampilan dan mempersembahkan gelar Piala Belgia musim 2017–2018.
Setelah tujuh tahun berpetualang di Eropa, Ochoa pulang kampung ke Club América pada 2019 hingga 2022. Di periode keduanya ini, ia tampil 118 kali dan menorehkan rekor sebagai kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak sepanjang sejarah klub.
Namun jiwa petualangnya belum juga hilang. Tahun 2022, ia kembali ke Eropa untuk memperkuat Salernitana di Serie A Italia, tampil 41 kali dalam dua musim.
Lalu, pada tahun 2024, Ochoa melanjutkan karier ke Liga Portugal bersama AVS, mencatat 23 penampilan sebelum akhirnya bergabung dengan AEL Limassol di Siprus tahun ini.
Spesialis Piala Dunia dan Ikon Timnas Meksiko
Ochoa bukan hanya kiper klub, tapi juga pilar penting timnas Meksiko sejak 2005. Ia tercatat memperkuat negaranya di lima edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022). Aksi heroiknya saat menahan gempuran Brasil di Piala Dunia 2014 masih diingat banyak orang, bahkan membuatnya dijuluki sebagai salah satu penampilan terbaik kiper di ajang tersebut.
Selain itu, Ochoa juga tercatat sebagai pemain pertama yang memenangkan enam CONCACAF Gold Cup serta menjadi kiper dengan catatan clean sheet terbanyak dalam sejarah timnas Meksiko.
Koleksi Gelar dan Rekor Pribadi
Selama hampir dua dekade berkarier, Ochoa mengoleksi berbagai prestasi:
- Juara Liga MX Clausura 2005 bersama Club América.
- Campeón de Campeones 2005.
- CONCACAF Champions’ Cup 2006.
- Piala Belgia 2017–2018 bersama Standard Liège.
- Juara Segunda División Meksiko bersama San Luis (2004–2005).
- Lima kali pemain terbaik laga (Man of the Match) di ajang Piala Dunia.
- Kiper dengan penampilan terbanyak di Club América.
Tak hanya itu, market value Ochoa pada 2025 ini masih berada di kisaran Rp8,69 miliar, angka yang cukup tinggi untuk kiper berusia 40 tahun.
Kehadiran Ochoa di AEL Limassol jelas menjadi dorongan besar bagi klub asal Siprus tersebut. Meski sudah berusia 40 tahun, pengalamannya di level tertinggi diyakini bisa memberi pengaruh positif, baik di dalam lapangan maupun di ruang ganti.
Dengan mengenakan nomor punggung 13, Ochoa siap menulis babak baru dalam karier panjangnya.
Perjalanan yang dimulai dari Meksiko, melewati Prancis, Spanyol, Belgia, Italia, Portugal, hingga kini Siprus, membuktikan bahwa kecintaannya pada sepak bola tak pernah luntur.
Bagi penggemar sepak bola, terutama di Meksiko, Ochoa tetap menjadi ikon. Sementara bagi AEL Limassol, mendatangkan kiper spesialis Piala Dunia ini adalah langkah berani yang mungkin jadi kunci untuk menghadapi kompetisi musim ini.