JawaPos.com – Tidak ada pelatih yang memilih bekerja di tengah musim kompetisi. Tak terkecuali Ange Postecoglou sebagai pelatih baru Nottingham Forest dan Kasper Hjulmand di Bayer Leverkusen. Apalagi, tugas kedunya sebagai ”montir” tengah musim dimulai lebih cepat.
Serasa Derbi London
Ange yang diumumkan sebagai pengganti Nuno Espirito Santo pada Selasa (9/9) waktu setempat langsung menghadapi laga berat di kandang Arsenal dalam matchweek keempat Premier League pada Sabtu (13/9) malam. Laga di Stadion Emirates, London, itu tak pelak membangkitkan memori derbi London Utara bagi Ange yang notabene pernah menangani Tottenham Hostpur (2023–2025).
Ambisi Akhiri Paceklik Gelar
Seperti ambisinya saat musim lalu yang terbukti membawa Spurs memenangi trofi juara (Liga Europa) setelah 17 tahun, Ange juga berharap mengulangnya di Forest. Sekadar diketahui, Forest sudah 32 tahun tidak merasakan gelar juara.
”Aku suka memenangi sesuatu. Aku telah membuktikannya,’’ tegas Ange saat sesi wawancara pertamanya dengan laman resmi klub.
Leverkusen Belum Menang
Seperti Ange yang hanya memiliki waktu 3-4 hari menuju laga pertama, Hjulmand yang menggantikan Erik ten Hag sebagai der trainer Bayer Leverkusen memiliki durasi serupa.
Hjulmand malah debut lebih awal atau saat Leverkusen menjamu Eintracht Frankfurt dalam spieltag ketiga Bundesliga di BayArena dini hari nanti (siaran langsung Soccer Channel/Vision+ pukul 01.30 WIB).
”Aku tidak punya banyak waktu sehingga aku tidak mungkin akan mengubah secara keseluruhan,” tutur Hjulmand yang sebelumnya menangani timnas Denmark (2020–2024) seperti dilansir Sport1.
Memanfaatkan Koneksi
Hjulmand disebut-sebut bisa mengulang pendekatan yang dilakukan Xabi Alonso semasa menukangi Die Werkself, julukan Leverkusen.
Yakni memanfaatkan koneksi dengan orang yang sudah dikenalnya untuk memahami Die Werkself. Sebut saja kepala akademi Leverkusen Keld Bordinggard karena asal Denmark. Juga Ismael Camenforte-Lopez, mantan asisten pelatih Leverkusen yang kini mengikuti Xabi ke Real Madrid.
Akan tetapi, Hjulmand menolak anggapan bakal mengekor cara kerja Xabi. ’’Aku merasa bisa jadi diri sendiri. Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana aku di saat memandang sepak bola. Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana aku bekerja setiap hari untuk menuangkan ide-ideku di lapangan,’’ bebernya.