← Beranda
Reaksi Xabi Alonso terhadap Penalti Kontroversial Barcelona
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 2 September 2025 | 23.02 WIB
Respon Xabi Alonso terhadap penalti kontroversial Barcelona saat meladeni perlawanan Rayo Vallecano (Instagram @realmadrid)

JawaPos.com - Pertandingan Barcelona kontra Rayo Vallecano pada pekan ketiga La Liga seharusnya menjadi tontonan tentang taktik, duel sengit, dan persaingan ketat di papan atas. 

Namun, hasil imbang 1-1 itu justru menyisakan polemik baru yang kembali menyoroti konsistensi perwasitan di Spanyol.

Insiden terjadi pada momen krusial di Vallecas. Lamine Yamal terjatuh di kotak penalti, wasit langsung menunjuk titik putih, dan yang mengejutkan, tidak ada intervensi VAR. 

Keputusan itu memicu gelombang reaksi, terutama dari kubu Real Madrid yang merasa insiden semacam ini bukan kali pertama merugikan integritas kompetisi.

Bagi klub ibu kota, isu perwasitan bukanlah keluhan sesaat. Sudah bertahun-tahun, mereka menyuarakan keresahan mengenai bagaimana keputusan-keputusan krusial dapat memengaruhi jalannya liga. 

Insiden di Vallecas menjadi satu babak baru dalam kisah panjang yang sarat ketegangan antara klub, federasi, dan publik sepak bola Spanyol.

Reaksi Xabi Alonso

Dilansir dari Madrid Universal, pada Senin pagi, di kompleks latihan Valdebebas, Alonso tiba untuk menjalankan rutinitasnya: mengawasi latihan, menyusun strategi, dan mempersiapkan laga berikutnya.

Namun, suasana tenang itu berubah begitu seorang juru kamera dari El Chiringuito TV mendekat, membawa satu pertanyaan yang sudah bisa ditebak: pendapatnya tentang penalti kontroversial Barcelona.

Alonso kemudian hanya berkata singkat, "Saya tahu Anda akan bertanya tentang itu."

Reporter mencoba mendesak lebih jauh, namun Alonso mengangkat tangannya, menandatangani beberapa merchandise penggemar, dan menjawab diplomatis.

"Saya harus pergi," ungkapnya.

Tidak ada komentar lain. Tidak ada penjelasan panjang. Hanya sikap tenang yang menyampaikan pesan tanpa kata-kata.

Sikap ini bukan kebetulan. Alonso tahu bahwa satu kalimat saja bisa menjadi bahan utama di media, memicu kontroversi baru, dan memperkeruh suasana. 

Dengan memilih diam, ia seolah berkata bahwa ada kalanya keheningan jauh lebih efektif daripada retorika. Namun, diamnya Alonso bukan berarti ia tidak menyadari isu besar yang tengah dibicarakan. 

Sebaliknya, ia justru menunjukkan kedewasaan seorang pelatih yang paham bahwa menjaga fokus tim lebih penting daripada ikut larut dalam debat publik yang tak berujung.

Isu yang Tak Kunjung Padam

Kasus di Vallecas hanyalah satu dari sekian banyak perdebatan yang menyoroti kualitas perwasitan di La Liga. Dengan teknologi VAR yang seharusnya menjadi penengah, justru muncul lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. 

Transparansi proses pengambilan keputusan, komunikasi dengan penonton, hingga konsistensi interpretasi aturan—semuanya kembali menjadi sorotan.

Real Madrid, yang merasa beberapa kali dirugikan musim ini, semakin vokal menyuarakan keprihatinannya. 

Tetapi di sisi lain, para pelatih seperti Alonso memilih jalur berbeda: merespons dengan diplomasi senyap, menjaga wibawa, sambil tetap menyalurkan pesan secara halus.

EDITOR: Candra Mega Sari