JawaPos.com – Barcelona mengawali perjalanan mempertahankan gelar La Liga dengan hasil sempurna. Bertandang ke markas Mallorca di Estadi Son Moix, Sabtu (16/8) malam, Blaugrana menang telak 3-0. Laga ini juga menjadi panggung bagi wonderkid mereka, Lamine Yamal, yang tampil sensasional dengan kontribusi gol dan assist.
Kemenangan Barca tak hanya dipengaruhi kualitas serangan yang mematikan, tetapi juga karena tuan rumah harus bermain dengan sembilan orang sejak babak pertama. Dua kartu merah yang diterima Manu Morlanes dan Vedat Muriqi membuat Mallorca praktis tak berkutik menghadapi sang juara bertahan.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Dua Kartu Merah
Barcelona langsung menggebrak sejak menit awal. Hasilnya, pada menit ketujuh, Raphinha membuka keunggulan lewat sundulan setelah menerima umpan silang akurat dari Yamal. Gol cepat ini memaksa Mallorca keluar dari zona nyaman dan bermain lebih terbuka.
Pada menit ke-23, Barca menggandakan skor. Kali ini Ferran Torres mencetak gol indah dengan tendangan jarak jauh yang menghujam pojok gawang. Meski sempat diwarnai protes karena ada pemain Mallorca yang tergeletak cedera, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Malapetaka datang bagi Mallorca di menit ke-33. Morlanes harus menerima kartu kuning kedua setelah melakukan tekel keras kepada Yamal. Enam menit berselang, giliran bomber andalan Muriqi yang diusir keluar lapangan usai VAR menilai sikap kasarnya terhadap kiper debutan Barcelona, Joan Garcia.
Dengan kondisi tertinggal 0-2 dan hanya menyisakan sembilan pemain, peluang Mallorca untuk bangkit praktis tertutup.
Babak Kedua: Barca Kontrol Penuh, Yamal Tutup Pesta
Memasuki babak kedua, Barcelona tampil lebih santai. Dengan keunggulan jumlah pemain dan skor, mereka menguasai jalannya laga hingga 71 persen penguasaan bola. Xavi Hernandez pun memberi kesempatan beberapa pemain untuk mengatur tempo dan menjaga stamina.
Namun, di masa injury time, Lamine Yamal menutup pesta dengan gol spektakuler. Setelah menusuk dari sisi kanan, ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Predrag Rajkovic. Skor akhir 3-0 mengunci kemenangan nyaman Blaugrana.
Lamine Yamal Jadi Man of the Match
Meski Raphinha dan Torres ikut menyumbang gol, sorotan utama tetap tertuju pada Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun itu tak hanya memberikan assist untuk gol pertama, tetapi juga menjadi motor serangan sepanjang pertandingan.
Aksi dribelnya membuat bek Mallorca kerepotan hingga akhirnya menyebabkan Morlanes diganjar kartu merah. Sebagai penutup, Yamal menegaskan statusnya sebagai pemain kunci baru Barcelona dengan gol di menit ke-94.
“Yamal benar-benar fenomenal. Mallorca tidak bisa menghentikannya. Dia adalah talenta generasi baru yang akan sering jadi penentu untuk Barcelona musim ini,” tulis analisis Sports Mole.
Statistik Pertandingan Mallorca vs Barcelona
Data statistik menunjukkan dominasi mutlak tim tamu:
· Penguasaan bola: Mallorca 29% – 71% Barcelona
· Tembakan: Mallorca 4 – 24 Barcelona
· Tembakan tepat sasaran: Mallorca 1 – 8 Barcelona
· Tendangan sudut: Mallorca 3 – 6 Barcelona
· Pelanggaran: Mallorca 8 – 17 Barcelona
Angka-angka ini menegaskan betapa beratnya situasi Mallorca setelah kehilangan dua pemain sekaligus di babak pertama.
Ujian Berikutnya
Bagi Barcelona, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal kuat kepada rival abadi Real Madrid bahwa mereka siap kembali mempertahankan trofi. “Awal musim hanya soal mengamankan poin penuh. Yang terpenting, tim menunjukkan kualitas dan fokus sejak menit pertama,” kata pelatih Xavi dalam konferensi pers.
Di pekan kedua, Barcelona akan bertandang ke markas Levante. Dengan kondisi skuad yang lengkap dan performa Yamal yang sedang on fire, Barca jelas difavoritkan kembali meraih kemenangan.
Sementara itu, Mallorca harus segera bangkit setelah kekalahan menyakitkan ini. Mereka akan menjamu Celta Vigo pada laga berikutnya, dengan harapan memperbaiki disiplin dan mengembalikan mental bertanding.
Yamal Jadi Simbol Era Baru
Kemenangan 3-0 atas Mallorca bukan hanya soal awal positif Barcelona di musim baru. Lebih dari itu, pertandingan ini memperlihatkan betapa pentingnya peran Lamine Yamal bagi Blaugrana. Dengan usia yang masih sangat muda, ia sudah mampu menjadi pembeda dan membawa dampak besar di lapangan.
Jika performanya konsisten, bukan mustahil Yamal akan menjadi wajah baru Barcelona dalam beberapa tahun ke depan. Bersama pemain-pemain seperti Pedri, Gavi, dan Ansu Fati, ia berpotensi melanjutkan tradisi panjang La Masia dalam melahirkan bintang dunia.
Barcelona sudah mengirim pesan jelas di pekan pertama: mereka tetap favorit utama juara La Liga 2025/26. Dan di balik kekuatan kolektif tim, ada sosok remaja ajaib bernama Lamine Yamal yang semakin mencuri perhatian dunia sepak bola.