← Beranda
Eks Barcelona Neymar Jr Ungkapkan Andres Iniesta Gelandang Terbaik Sepanjang Sejarah, Legenda Tanpa Ballon d’Or!
Alvin Fahrizal BayyuniSelasa, 5 Agustus 2025 | 02.06 WIB
Neymar saat perkuat Santos. (dok. Santos)

JawaPos.com - Dalam perjalanan karier gemilangnya, Neymar Jr telah bermain bersama sejumlah nama besar dalam sejarah sepak bola dunia. Dari Lionel Messi dan Kylian Mbappe di level klub, hingga Ronaldinho dan Kaka di Tim Nasional Brasil, ia beruntung pernah satu lapangan dengan para legenda. Namun, di antara deretan bintang itu, satu nama menempati posisi istimewa di mata Neymar sebagai gelandang terbaik yang pernah ia lihat.

Sosok itu adalah Andres Iniesta — legenda Barcelona dan Timnas Spanyol yang tak pernah sekalipun memenangi Ballon d’Or, namun tetap mendapat tempat terhormat di hati Neymar. Dalam sebuah wawancara yang dikutip UEFA, Neymar menegaskan bahwa penghargaan individu seperti Ballon d’Or bukanlah tolak ukur untuk menilai kebesaran seorang pemain seperti Iniesta.

Elegan dan Tak Tergantikan

"Dia adalah gelandang terbaik yang pernah saya lihat bermain. Untuk kualitasnya, untuk semuanya. Untuk kebaikannya, untuk status legendanya. Dia tidak perlu Ballon d'Or," ujar Neymar, mengutip dari Give Me Sport.

"Dia tidak bisa dibandingkan karena dia sangat berbeda. Dia memiliki keanggunan dan kelas luar biasa yang membuatnya berbeda dari semua orang,” tambah pemain yang kini membela Santos itu.

Pujian Neymar bukan tanpa alasan. Iniesta memang dikenal sebagai maestro lini tengah yang mengedepankan teknik, kecerdasan, dan keanggunan dalam bermain. Bukan hanya sekadar piawai mengatur permainan, ia juga tampil menentukan di berbagai laga besar baik bersama klub maupun negara.

Dekade Emas Tanpa Pengakuan Ballon d’Or

Meski kontribusinya tak terbantahkan, Ballon d’Or — penghargaan individual paling bergengsi — tak pernah mendarat di tangan Iniesta. Ia memang sempat dua kali masuk tiga besar, yakni pada 2010 dan 2012. Namun, keduanya masih harus kalah dari Lionel Messi, rekan setimnya sendiri.

Ini menjadi ironi dalam karier Iniesta. Saat ia memimpin Spanyol meraih tiga gelar besar beruntun (Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012), dan saat ia membawa Barcelona mendominasi Eropa bersama Xavi dan Sergio Busquets, pengakuan individu dalam bentuk Ballon d’Or tetap tak kunjung datang.

Pengukir Sejarah di Camp Nou

Selama 16 tahun membela tim utama Barcelona sejak debut pada 2002, Iniesta mempersembahkan total 32 trofi utama bagi Blaugrana. Ia merupakan bagian integral dari era kejayaan di bawah asuhan Pep Guardiola dan pelatih-pelatih sesudahnya.

Beberapa pencapaian gemilangnya bersama Barcelona antara lain:

9 gelar La Liga

4 trofi Liga Champions

6 Copa del Rey

Ribuan momen magis bersama Xavi dan Busquets sebagai trio lini tengah paling dominan sepanjang sejarah.

Di Liga Champions sendiri, Iniesta mencatatkan 130 penampilan dengan torehan 11 gol dan 29 assist, menunjukkan peran vitalnya bukan hanya sebagai pengatur tempo, tetapi juga pencipta peluang.

Sang Pahlawan La Roja

Tak hanya di level klub, kontribusi Iniesta untuk Timnas Spanyol juga monumental. Ia menjadi arsitek sekaligus penyelamat di turnamen-turnamen besar, terutama saat mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia 2010 melawan Belanda. Momen itu menjadi tonggak sejarah bagi Spanyol yang untuk pertama kalinya meraih gelar juara dunia.

Dengan gaya main yang tenang namun mematikan, serta visi bermain yang jauh di atas rata-rata, Iniesta menjadi jantung permainan La Roja selama era keemasan mereka.

Perjalanan Senja yang Elegan

Pada 2018, Iniesta meninggalkan Barcelona dan melanjutkan karier di Jepang bersama Vissel Kobe. Meski kompetisi jauh dari sorotan Eropa, Iniesta tetap menunjukkan kelasnya sebagai pemain dan pribadi yang rendah hati.

Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di Timur Tengah, bergabung dengan Emirates Club di Uni Emirat Arab sebelum akhirnya mengumumkan pensiun pada 2024, setelah lebih dari dua dekade mempersembahkan keindahan sepak bola kepada dunia.

Bukan Soal Piala, Tapi Pengaruh

Komentar Neymar menunjukkan bahwa warisan seorang pemain tidak selalu diukur dari trofi individu seperti Ballon d’Or. Dalam kasus Andres Iniesta, kecemerlangan di lapangan dan kontribusi nyata dalam setiap momen penting jauh lebih besar nilainya.

“Legenda sejati tidak selalu membutuhkan pengakuan formal. Gaya bermain, pengaruh dalam tim, dan bagaimana dia dihormati oleh rekan dan lawan — itulah yang membuat Iniesta tak tergantikan,” tutup Neymar.

Dalam dunia sepak bola yang sering kali terobsesi dengan statistik dan penghargaan, pujian tulus dari Neymar terhadap Andres Iniesta mengingatkan publik bahwa ada hal yang lebih penting dari sekadar piala — yakni warisan dan cara seseorang bermain dengan keindahan yang tak terlukiskan.

Tanpa Ballon d’Or pun, Andres Iniesta tetap menjadi legenda. Dan bagi Neymar, dia adalah gelandang terbaik yang pernah ia lihat — titik.

EDITOR: Hendra