← Beranda
Tawarkan Alejandro Garnacho Demi Striker Baru, Manchester United Ajukan Tukar Tambah ke Aston Villa dan Chelsea
Alvin Fahrizal Bayyuni• Rabu, 30 Juli 2025 | 23.44 WIB
Alejandro Garnacho. (Instagram @garnacho7)

JawaPos.com - Manchester United terus mencari solusi kreatif untuk memperkuat lini serang mereka sebelum jendela transfer musim panas ditutup pada 1 September 2025 mendatang. Salah satu langkah mengejutkan yang dilakukan Setan Merah adalah dengan menawarkan bintang muda mereka, Alejandro Garnacho, sebagai bagian dari skema pertukaran pemain demi mendapatkan striker murni.

The Independent menyebut bahwa langkah ini bukan hanya soal memperkuat skuad, tapi juga berkaitan erat dengan kepatuhan terhadap regulasi keuangan Premier League, atau Profit and Sustainability Rules (PSR).

“Manchester United sedang mempertimbangkan pendekatan inovatif untuk menyiasati regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR) yang ketat musim ini,” mengutip laporan The Independent.

Saat ini, klub yang bermarkas di Old Trafford itu sudah mendatangkan dua pemain menyerang baru: Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers dan Bryan Mbeumo dari Brentford. Namun, keduanya dinilai belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang di posisi penyerang tengah.

Incar Ollie Watkins, Tapi Harga Jadi Masalah

Salah satu target utama United adalah penyerang Aston Villa, Ollie Watkins. Pemain internasional Inggris itu tampil impresif bersama Villa musim lalu dan dianggap sebagai kandidat ideal untuk memperkuat lini depan.

Sayangnya, pihak Aston Villa mematok harga yang cukup tinggi. Klub yang dilatih Unai Emery itu dikabarkan hanya bersedia melepas Watkins dengan mahar sebesar 60 juta Poundsterling, atau setara Rp1,25 triliun. Sebaliknya, United hanya bersedia membayar di kisaran 40–45 juta Poundsterling, atau setara Rp835–940 miliar saja.

Karena itulah, opsi pertukaran pemain muncul ke permukaan. Laporan dari The Independent menyebutkan bahwa Man United telah membuka pembicaraan dengan Aston Villa untuk menukar Alejandro Garnacho dengan Watkins secara langsung.

Namun, Villa tetap bersikukuh mempertahankan sang penyerang, mengingat perannya yang sangat krusial di lini depan mereka. Apalagi, Watkins akan memasuki usia 30 tahun pada akhir tahun ini, sehingga keputusan untuk menjualnya sekarang menjadi langkah yang sangat strategis bagi masa depan klub.

Tawarkan ke Chelsea, Harapan Pupus

Gagal mendapat respons positif dari Aston Villa, Manchester United mengalihkan pandangan mereka ke Chelsea. Nama yang diincar kali ini adalah Nicolas Jackson, striker muda yang tampil cukup menjanjikan musim lalu.

Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Setan Merah sempat menawarkan skema pertukaran serupa kepada Chelsea, yakni Garnacho ditukar langsung dengan Jackson. Namun, proposal tersebut juga menemui jalan buntu.

Chelsea memang dikabarkan tertarik pada Garnacho, tetapi nilai transfer yang mereka tawarkan hanya sebesar 30 juta Poundsterling atau sekitar Rp625 miliar. Jumlah itu dinilai terlalu rendah oleh United, apalagi mengingat status Garnacho sebagai talenta muda dari akademi sendiri.

Sebaliknya, Chelsea menghargai Jackson jauh lebih tinggi dari angka tersebut, apalagi setelah kedatangan Liam Delap dan Joao Pedro membuat posisi Jackson tidak lagi sepenuhnya aman di skuad utama.

Kondisi ini membuat pertukaran langsung antara Garnacho dan Jackson hampir mustahil terjadi, karena nilai pasar kedua pemain dianggap tidak sebanding oleh masing-masing pihak.

Manfaat Finansial dari Penjualan Garnacho

Meskipun terkesan terburu-buru untuk melepas Garnacho, ada alasan kuat di balik manuver ini. Penjualan Garnacho—yang merupakan produk akademi Manchester United—akan dianggap sebagai keuntungan bersih dalam laporan keuangan klub sesuai ketentuan PSR.

Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi Manchester United, mengingat tekanan untuk tetap berada dalam batas pengeluaran yang ditetapkan liga cukup besar musim ini.

Namun, menjual Garnacho bukan perkara mudah. Pemain asal Argentina itu masih sangat muda dan dinilai punya potensi besar untuk menjadi bintang masa depan. Menemukan klub yang mau membayar harga yang sesuai dengan ekspektasi United dan sekaligus bisa memberikan menit bermain untuk Garnacho jadi tantangan tersendiri.

Langkah Lanjutan United di Bursa Transfer

Dengan sisa waktu sekitar satu bulan sebelum jendela transfer ditutup, United harus bertindak cepat dan cerdas. Mereka tidak hanya memikirkan penguatan skuad dari sisi teknis, tapi juga perlu mempertimbangkan sisi finansial dan keberlangsungan proyek jangka panjang klub.

Manajer Ruben Amorim diketahui sangat tertarik untuk menambah satu lagi penyerang murni, guna melengkapi strategi taktiknya musim depan. Namun, keinginan itu harus disesuaikan dengan batasan keuangan dan regulasi liga.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan yang terjalin dengan Aston Villa maupun Chelsea. Namun, pendekatan swap deal ini menunjukkan bahwa Manchester United mulai berani berpikir di luar kotak untuk tetap kompetitif.

Strategi Manchester United dalam bursa transfer kali ini menunjukkan upaya keras mereka untuk tetap bersaing tanpa melanggar aturan finansial yang ketat. Menawarkan Alejandro Garnacho sebagai alat tukar memang menjadi langkah berani, tapi juga penuh risiko.

Kendala utama United saat ini adalah menemukan kesepakatan yang seimbang—baik dari sisi teknis, finansial, maupun masa depan pemain.

Jika pada akhirnya Garnacho tetap bertahan dan United gagal mendatangkan striker anyar, hal ini bisa berdampak pada performa tim sepanjang musim. Di sisi lain, jika swap deal berhasil, maka langkah ini bisa jadi salah satu strategi transfer paling cerdik di musim panas 2025.

Dengan waktu yang terus menipis, semua mata kini tertuju pada pergerakan Manchester United dalam beberapa pekan ke depan. Apakah mereka berhasil mengamankan penyerang murni idaman, atau justru harus mengandalkan skuad yang sudah ada untuk menjalani musim yang penuh tekanan? Kita tunggu saja.

 Baca Juga: Atlet FORNAS VIII Terus Berdatangan, Cabor Line Dance Sebut NTB Tepat Jadi Tuan Rumah

EDITOR: Hendra