JawaPos.com - Manuver transfer yang sempat mengancam masa depan Dani Ceballos di Real Madrid akhirnya mereda. Pelatih kepala Xabi Alonso turun langsung ke meja negosiasi internal klub.
Padahal, Presiden Madrid, Florentino Perez, sempat mempertimbangkan untuk melepas sang gelandang ke AC Milan pada bursa transfer musim panas ini. Namun, laporan terbaru dari media Spanyol Defensa Central menyebutkan bahwa Alonso meminta klub tidak melepas Ceballos, karena sang pelatih baru melihat peran penting yang bisa dimainkan gelandang Spanyol itu musim depan.
Keputusan Alonso ini membuat rumor transfer Ceballos yang sempat kencang beredar dalam sebulan terakhir kini dipastikan mereda. Sang pemain pun sementara ini tetap bertahan di Bernabeu.
Musim Badai Cedera, Tapi Ceballos Masih Punya Peran
Musim 2024-2025 lalu sejatinya bukan musim termulus bagi Dani Ceballos. Beberapa cedera sempat membuatnya absen di sejumlah pertandingan penting. Namun demikian, mantan manajer Madrid, Carlo Ancelotti, tetap memberikan kepercayaan besar kepada pemain berusia 28 tahun itu.
Buktinya, Ceballos tetap mencatat 41 penampilan di semua kompetisi sepanjang musim lalu. Sebuah angka yang menunjukkan bahwa sang gelandang masih dipercaya untuk mengisi peran penting di lini tengah Los Blancos.
Tak heran, meski banyak spekulasi tentang masa depannya, Ceballos sendiri tidak pernah secara terbuka menyatakan ingin hengkang. Ia bahkan masih punya kontrak tersisa dua musim lagi bersama Real Madrid — hingga 2027.
Namun, peluang untuk pergi sempat terbuka lebar ketika Milan datang dengan minat serius. Klub Serie A itu memang tengah berburu gelandang anyar, menyusul proyek peremajaan lini tengah mereka.
Alonso Yakin Ceballos Masih Penting untuk Madrid
Meski ada ketertarikan dari Milan — bahkan juga dari mantan klub Ceballos, Real Betis — Xabi Alonso langsung mengambil sikap tegas.
Alonso disebut sangat mengagumi kualitas visi permainan dan teknik yang dimiliki Ceballos. Ia percaya bahwa sang pemain bisa punya peran besar di skema permainan yang akan ia terapkan di Bernabeu.
Maka ketika Perez membuka opsi menjual Ceballos demi memberi ruang bagi perekrutan gelandang muda seperti Franco Mastantuono dari River Plate, Alonso langsung turun tangan. Ia meyakinkan manajemen klub agar mempertahankan Ceballos setidaknya untuk satu musim ke depan.
Dengan 188 penampilan untuk Los Blancos sejak 2017 (termasuk masa peminjaman ke Arsenal), plus torehan 7 gol dan 16 assist, Ceballos dianggap Alonso sebagai pemain senior yang bisa menjaga keseimbangan skuad di tengah proses transisi generasi Madrid.
Saat ini pun Ceballos masih bersama skuad Real Madrid di ajang Club World Cup. Meski belum dimainkan saat laga pembuka melawan Al-Hilal (1-1), ia tetap masuk dalam rencana rotasi tim untuk dua laga berikutnya kontra Pachuca (22 Juni) dan Red Bull Salzburg (27 Juni).
Situasi Lini Tengah Madrid, Siapa Bertahan Siapa Pergi?
Saat ini, lini tengah Real Madrid memang dalam kondisi dinamis. Luka Modric, legenda hidup Los Blancos, sudah dipastikan tidak akan memperpanjang kontraknya yang habis musim panas ini.
Kepergian Modric jelas akan mengurangi stok pemain berpengalaman di lini tengah.
Di saat yang sama, Mastantuono baru akan tiba resmi di Madrid bulan Agustus mendatang. Dengan situasi ini, Ceballos bisa menjadi jembatan yang dibutuhkan Alonso — pemain yang cukup senior, menguasai ritme permainan Madrid, dan masih produktif.
Selain itu, gosip kepergian beberapa gelandang Madrid lain juga masih berhembus. Nama seperti Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga sempat dirumorkan masuk radar klub-klub top Eropa. Namun, sampai saat ini belum ada tawaran resmi yang diajukan.
Jika tidak ada penawaran besar, baik Tchouameni maupun Camavinga diprediksi masih akan bertahan di Madrid musim depan. Sementara Federico Valverde dan Jude Bellingham sudah pasti tetap menjadi bagian kunci dalam skuad Alonso.
Alonso Mulai Bangun Pondasi Skuad
Langkah Alonso mempertahankan Ceballos ini menunjukkan bahwa sang pelatih baru mulai membangun pondasi skuad dengan sangat hati-hati.
Sebagai pelatih yang baru saja naik kelas ke kursi utama Madrid, Alonso tentu tidak ingin terburu-buru mengobrak-abrik komposisi tim. Ia sadar, kestabilan dalam proses transisi generasi sangat penting.
Dengan mempertahankan Ceballos, Alonso ingin memastikan Madrid tetap memiliki kedalaman skuad yang kuat untuk menghadapi musim 2025-2026 yang sangat padat — termasuk target besar kembali berjaya di Liga Champions.
Apalagi, pengalaman Ceballos sebagai pemain yang sudah malang melintang di Eropa tentu akan sangat membantu para pemain muda yang akan dipromosikan ke skuad utama.
Kini, dengan masa depan Ceballos yang semakin jelas, Alonso bisa lebih fokus mempersiapkan komposisi lini tengah yang ideal. Dan menarik dinanti, apakah di akhir bursa nanti Madrid tetap akan mempertahankan semua gelandang utamanya, atau ada kejutan lain yang muncul.
Yang jelas, Xabi Alonso sudah menunjukkan tangan dinginnya dalam menangani skuad bintang sekelas Real Madrid. Dan keputusan menahan Ceballos, bagi banyak pengamat, adalah langkah yang sangat bijak.