← Beranda
Chelsea vs RB Salzburg: Dulu Sebatas Suporter, Kini Potter di Bench
Candra Kurnia Harinanto• Kamis, 15 September 2022 | 00.37 WIB
ADRIAN DENNIS/AFP MENUJU DEBUT: Graham Potter datang ke Cobham Training Centre untuk memimpin sesi latihan Chelsea dalam persiapan menghadapi RB Salzburg dini hari nanti.
JawaPos.com – Chelsea merupakan satu di antara enam tim yang kembali mengalami penundaan pertandingan di Premier League.

Berdasar keputusan otoritas Premier League kemarin (13/9) WIB, laga Chelsea versus Liverpool FC yang sedianya dimainkan Sabtu (18/9) malam WIB diputuskan untuk ditunda.

Penundaan juga berlaku untuk Manchester United versus Leeds United dan Brighton & Hove Albion kontra Crystal Palace.

Pertimbangannya adalah faktor keamanan karena polisi lebih terkonsentrasi untuk seremoni menjelang pemakaman Ratu Elizabeth II.

Imbas keputusan tersebut, Chelsea praktis hanya akan memainkan satu laga selama kurun waktu sebulan.

Sejak mengalahkan West Ham 2-1 (4/9) sampai laga kontra AC Milan di Liga Champions (6/10), The Blues hanya akan menghadapi RB Salzburg dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 3/Vidio pukul 02.00 WIB).

Laga di Stamford Bridge itu sekaligus menjadi momen debut pelatih baru Chelsea, Graham Potter. Menangani tim di tengah kompetisi dan kondisi skuad sedang down tentu tidak mudah bagi Potter.

Beruntung bagi Potter, Chelsea asuhan pelatih sebelumnya, Thomas Tuchel, menggunakan skema tiga bek yang sama seperti dianutnya.

”Aku rasa kami bisa memanfaatkan pengalaman sebelumnya (bersama Tuchel, Red) untuk mendapat hasil lebih baik. Tentunya dengan tim yang lebih tangguh,’’ ungkap Potter kepada Football London.

Liga Champions adalah pengalaman baru bagi Potter. Apalagi berbalut debut. Meraih hasil negatif menghadapi RB Salzburg tentu tidak diharapkan oleh bos Chelsea Todd Boehly.

”Pengalamanku di Liga Champions sebatas sebagai suporter. Tapi, aku punya sedikit pengalaman di Liga Europa bersama Ostersund dan kami bisa menang di kandang Galatasaray. Jadi, kenapa aku harus gugup?” bebernya.
EDITOR: Candra Kurnia Harinanto