← Beranda
Gagal Gabung Real, Arturo Vidal Jadi Benci Real
Ainur RohmanRabu, 4 November 2020 | 05.55 WIB
Photo
JawaPos.com-Pepatah bahwa benci dan cinta itu beda tipis, rasanya, tepat menggambarkan perasaan Arturo Vidal kepada Real Madrid. Hal itu tertuang dalam salah satu bab di biografi Vidal yang ditulis Nicolas Olea.

Sejak kecil, Vidal adalah Madridista. Poster striker legendaris Cile Ivan Zamorano semasa membela Real ada di kamar Vidal semasa remaja. Ibunda Vidal, Jacquelin Pardo, Victor Hugo Albornoz (paman Vidal), hingga kitman Colo-Colo (klub pertama dalam karir Vidal di Cile) Nelson Pizarro menjadi saksinya.

’’Keinginannya kalau bermain di Eropa adalah membela Real Madrid,’’ tutur Jacquelin seperti dilansir El Mundo Deportivo.

Namun, kecintaan Vidal berubah menjadi benci ketika kesempatan untuk bergabung dengan Real tak kunjung terealisasi. Pada 2011, setelah bersinar selama empat musim dengan klub Eropa pertamanya, Bayer Leverkusen, Juventus yang menjadi pelabuhannya.

Empat tahun berselang, meski dikaitkan dengan Los Merengues, Vidal mendarat ke Bayern Muenchen. Entah karena kebencian yang memuncak, Vidal tiba-tiba bergabung dengan rival abadi Real, FC Barcelona, dua tahun lalu dengan kesepakatan misterius.

’’Final Liga Champions di Millennium Stadium pada 2017 adalah momen Arturo Vidal dari Madridista menjadi anti-Madridista,’’ tulis surat kabar Cile En Chanca.

Kala itu Vidal mendukung mantan klubnya, Juve, yang menantang Real dalam partai puncak di Cardiff. Dukungan pemain berjuluk Il Guerriero itu juga disebabkan Real telah menyingkirkan klubnya, Bayern, di perempat final.

Laga roller coaster bagi Vidal karena dia mencetak gol dalam first leg di Allianz Arena, tetapi menerima kartu merah (84’) dalam second leg di Estadio Santiago Bernabeu.

Dini hari nanti bakal menjadi pertemuan ke-13 Vidal melawan Real dengan empat klub berbeda. Statistiknya, 4 kali menang, 4 kali seri, dan 4 kali kalah. Total tiga gol dilesakkannya. Bagaimana dengan pertemuan dini hari nanti (4/11)? ’’Bagi saya, klub yang saya benci adalah klub yang menjadi lawan klub yang saya bela. Jadi, bukan hanya Real,’’ kelit Il Guerriero.
EDITOR: Ainur Rohman