Panji Sunangkoro adalah bendera bergambar singa yang tengah melolong. Bendera tersebut digunakan untuk mengobarkan semangat prajurit Banyuwangi ketika berjuang melawan penjajah.
Sajian kolosal tersebut diselipi pesan-pesan moral. Itu, antara lain, dikatakan performer yang berperan sebagai orang tua salah seorang penari. Dia mempersilakan anaknya berlatih menari gandrung bersama ribuan penari lain. ”Kesenian itu mempersatukan. Termasuk gandrung. Gandrung itu sangat indah. Namun, keindahannya tidak sama dengan ikan cupang. Karena ikan cupang itu indah, tetapi mudah diadu domba,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, di tengah gempuran budaya global melalui media sosial, Festival Gandrung Sewu merupakan salah satu bagian dari cara daerah agar anak-anak Banyuwangi senang dan peduli terhadap budayanya. ”Jujur. Saya merinding melihat penampilan anak-anak. Mereka tampil 1,5 jam di atas pasir. Tetapi, hingga acara selesai, wajah mereka tetap cerah,” ujarnya.