JawaPos.com - Digitalisasi pengelolaan kawasan hunian mulai menjadi perhatian serius di tengah kebutuhan pengelola properti untuk membuat operasional yang terintegrasi.
Sistem pengelolaan akses kendaraan yang sebelumnya banyak mengandalkan proses konvensional kini mulai diarahkan pada teknologi yang dapat menghubungkan aspek keamanan, layanan penghuni, hingga administrasi di sesuatu kawasan hunian.
Perkembangan tersebut turut mendorong PT Bahana Security Sistem (BSS Parking) memperkenalkan sistem VLOWX dalam kegiatan VLOWX Residential Access Technology Roadshow 2026 di Surabaya.
Kegiatan yang mengangkat tema "The Future of Residential Access" tersebut diikuti para peserta dari sektor properti. Mulai dari pengembang, manajemen estate, pengelola apartemen, konsultan, hingga pengambil keputusan.
Baca Juga: Luna Maya Hemat Rp 1,6 Juta Saat Belanja, Ternyata Ini Rahasianya
CEO sekaligus Founder PT Bahana Security Sistem Felix Panjaitan mengatakan, kebutuhan pengelolaan kawasan hunian telah mengalami perubahan. Menurut dia, sistem akses kendaraan tidak lagi hanya berkaitan dengan mekanisme buka-tutup gerbang.
"Selama bertahun-tahun kami mengembangkan solusi akses kendaraan di berbagai kawasan di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan industri properti telah berkembang," kata Felix dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pengelola kawasan kini membutuhkan sistem yang dapat menghubungkan sejumlah aktivitas dalam operasional properti. Aspek yang dimaksud mencakup keamanan, operasional, layanan penghuni, hingga pengelolaan kawasan.
Dalam kegiatan tersebut, BSS Parking memperkenalkan VLOWX sebagai sistem yang menggabungkan teknologi Residential Access & Community Management dalam satu dasbor.
VLOWX memiliki sejumlah fitur yang mencakup AI License Plate Recognition (LPR), RFID Long Range, Visitor Management, Resident Management, Community Management, serta Finance & Billing. Integrasi tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual dalam pengelolaan kawasan.
Para peserta juga diperlihatkan demonstrasi teknologi AI LPR dan RFID. Melalui teknologi tersebut, kendaraan dapat dikenali secara otomatis saat memasuki kawasan sehingga proses akses tidak selalu memerlukan pengemudi membuka kaca atau melakukan tapping kartu.
Aktivitas akses kendaraan juga dapat tercatat secara real-time. Data tersebut dapat digunakan pengelola sebagai salah satu sumber informasi dalam memantau aktivitas dan menentukan langkah operasional.
Felix mengatakan, pengembangan sistem terintegrasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan perangkat keras dan perangkat lunak dalam satu sistem pengelolaan.
"Melalui VLOWX, kami ingin menghadirkan solusi yang mengintegrasikan hardware dan software agar pengelolaan kawasan menjadi lebih efisien sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi setiap penghuni," ujarnya.
Baca Juga: Jodoh Tak Ada yang Tahu, Anita Wing Lee Dinikahi Tim Muttoo, Pria 4 Kaki
Pengenalan VLOWX di Surabaya menjadi bagian dari rangkaian roadshow yang direncanakan akan berlangsung di sejumlah kota lainnya. Setelah Surabaya, kegiatan serupa dijadwalkan akan menyasar beberapa kota lain di Tanah Air seperti di Jakarta, Bali, dan Makassar.
Dengan semakin berkembangnya digitalisasi properti, kebutuhan terhadap sistem pengelolaan yang terintegrasi diperkirakan akan terus menjadi bagian dari perubahan pola operasional suatu kawasan hunian.