Jawapos.com - Perusahaan konsultan dan penyedia layanan propertiColdwell Banker Richard Ellis (CBRE) Indonesia, mencatat permintaan penyewaan di kawasan central busisnes district (CBD) maupun non CBD di Jakarta terus meningkat.
Co-Heads of Office Services CBRE Indonesia, Judy Sinurat, mengatakan untuk kawasan CBD Jakarta penyerapan bersih mencapai sekitar 16.800 meter persegi pada kuartal kedua, dengan tingkat okupansi meningkat menjadi 76,3 persen.
Permintaan tetap didorong oleh tren flight-to-quality, di mana penyewa semakin mencari gedung Premium Grade dan Grade A yang menawarkan spesifikasi modern, fitur keberlanjutan (sustainability), dan fasilitas yang lebih baik.
“Terbatasnya pasokan baru turut berkontribusi terhadap meningkatnya kondisi pasar serta prospek pertumbuhan tarif sewa,” ujar Judy dalam media Breafing, Jakarta, Rabu (22/7).
Judy mengatakan, tren tersebut mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara perusahaan mengevaluasi lokasi kantor. Meski alamat prestisius tetap memiliki peran penting, konektivitas dan aksesibilitas kini semakin menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dalam pengambilan keputusan terkait real estat korporat.
Baca Juga: Strategi Transformasi, BTN Salurkan Kredit Program Perumahan Hampir Rp3 Triliun
"CBD masa depan tidak lagi ditentukan semata-mata oleh alamat atau lokasinya. CBD tersebut akan ditentukan oleh seberapa baik kawasan tersebut menghubungkan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai peluang. Dalam kondisi pasar saat ini, konektivitas bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ujarmya.
Lanjutnya, untuk pasar perkantoran Non-CBD Jakarta mencatat penyerapan bersih sekitar 12.900 meter persegi, sehingga tingkat okupansi meningkat menjadi 73,3 persen.
Dimana, permintaan tetap terkonsentrasi pada gedung berkualitas tinggi dan lokasi dengan aksesibilitas yang berkembang.
“Relokasi penyewa dan strategi optimalisasi ruang kerja terus mendukung aktivitas pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menyampaikan bahwa kinerja pasar saat ini terus didukung oleh permintaan riil, bukan oleh aktivitas spekulatif.
Menurutnya, saat ini, penyewa semakin selektif dengan memprioritaskan kualitas, aksesibilitas, efisiensi operasional, dan nilai jangka panjang (long-term value).
“Di berbagai sektor, penyewa dan tenant tetap aktif, dan kami melihat minat yang semakin besar terhadap pengembangan yang menggabungkan properti berkualitas dengan konektivitas transportasi yang kuat, terutama di sekitar lokasi hub transportasi," ujar Anton.
Anton mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun CBRE Indonesia optimis pertumbuhan perkantoran di CBD akan makin positif dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan hingga 2030.
“Baik dalam permintaan penyerapan ruang kantor, Juga tingkat keunian yang kita berkira akan terus naik, Sampai ke level sekitar 80 persen by 2030,” ungkapnya.