JawaPos.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bergerak cepat mengamankan lahan untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
Pada Minggu (5/4), pria yang akrab disapa Ara ini meninjau langsung lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan aset negara tidak lagi dikuasai pihak ketiga secara ilegal.
Melalui unggahan instagram pribadinya, Ara terlihat didampingi jajaran petinggi mulai dari Dirut PT KAI Bobby Rasyidin hingga Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Mereka menggunakan kereta dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Kota guna memetakan potensi lahan.
Dalam rapat di dalam kereta, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa lahan miliknya di Tanah Abang saat ini dikuasi oleh ormas. Padahal, lahan tersebut merupakan milik PT KAI.
"Adalah ormas ini menempati pada saat ini secara ilegal," ungkapnya.
Mendengar itu, Menteri Ara menegaskan kembali terkait legalitas kepemilikan. Menurutnya, kendala saat ini hanyalah masalah keberanian.
"Bicara keberanian kan, bicara ketegasan, yaudah kasih sama yang berani aja. Masa negara kalah sama yang beginian," ujar Ara.
Dalam peninjauan tersebut, Ara bertemu dengan Rosario de Marshal alias Hercules. Dalam dialog singkat, Hercules menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah membangun hunian di lahan tersebut.
"Hak Pengelolaan Lahan (HPL) itu untuk mengelola, bukan memiliki. Kalau ini milik negara, hari ini saya serahkan," ujar Hercules.
Ara pun kembali memastikan bahwa pembangunan ini murni untuk rakyat kecil, bukan untuk kepentingan bisnis komersial.
"Tujuan saya ini untuk membangun rumah rakyat, bukan untuk pengembang atau pihak lain," tegasnya.
Diketahui, ada tiga lokasi lahan milik KAI yang saat ini masih dikuasai pihak luar, padahal status hukumnya sudah tetap (inkracht) sebagai aset negara.
Baca Juga: 4 Zodiak Ini Sedang 'Naik Level' di 6 April 2026, Keberuntungan Datang Tanpa Aba-Aba
Proyek ini tidak hanya mengandalkan anggaran negara. Kementerian PKP menggandeng sektor swasta untuk mempercepat pembangunan. PT Astra International Tbk bahkan menyatakan kesiapannya membangun hingga 1.000 unit rumah melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menambahkan bahwa pihaknya tengah mematangkan kajian titik lokasi pasti pembangunan agar bisa segera dimulai.
"Barusan kami meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Mohon doanya agar segera ditentukan lokasinya," kata Dony.