JawaPos.com – Pengembang properti terus berupaya menaikkan okupansi alias tingkat hunian di apartemen. Sejauh ini, mayoritas pembeli apartemen adalah investor. Maka, tingkat kunjungan mereka ke apartemen tidak tinggi. Sebab, tujuan utama mereka tidaklah untuk menetap di sana.
Direktur Pemasaran PT Intiland Grande Harto Laksono menyatakan, 60 persen pembeli apartemennya adalah investor. Saat ini, dari total 295 unit hunian di apartemennya, 90 persen di antaranya laku terjual. Namun, dari jumlah yang terjual itu, hanya 40 unit yang dihuni. Artinya, okupansi apartemen hanya 20 persen.
"Makanya, perlu upaya untuk meningkatkan okupansi. Salah satunya, memberikan kemudahan bagi pemilik unit untuk menginvestasikan unit apartemen miliknya," ujar Harto Senin (5/11).
Karena itu, PT Intiland Development Tbk (Intiland), pengembang proyek superblok Praxis, bekerja sama dengan PT Horizon Internusa Persada atau Travelio Property Management. Mereka bekerja sama dalam bisnis pengelolaan dan penyewaan unit apartemen Praxis.
Head of Business Development Travelio Felicia Gautama menyebutkan, dalam pengelolaan dan penyewaan unit apartemen, pengembang butuh strategi khusus. Terutama untuk menekan potensi kehilangan.