JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mendorong agar akses pendidikan gratis dapat diperluas mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Kebijakan tersebut direncanakan terlebih dahulu akan diterapkan pada satuan pendidikan negeri.
Arahan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9). Pemerintah membahas penguatan layanan pendidikan gratis sebagai bagian dari komitmen pemerintah di sektor pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, Presiden Prabowo memberikan penekanan khusus agar pendidikan gratis diterapkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk TK.
"Kami sampaikan, bahwa dalam rapat terbatas tadi, Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari Taman Kanak-Kanak. Sehingga, itu yang perlu kami tekankan," kata Abdul Mu'ti usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo.
Baca Juga: Jenazah Kru Kapal Pembawa 5 Jurnalis DItemukan, Operasi SAR Dilanjutkan Dengan Patroli Rutin
Menurut Mu'ti, pemerintah dapat mengoptimalkan sejumlah skema pembiayaan pendidikan yang telah berjalan, di antaranya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
"Terkait dengan penguatan pendidikan gratis itu, kami sampaikan mengenai penggunaan dana BOS dan juga PIP," ucapnya.
Mu'ti menjelaskan, pemerintah juga masih melakukan pendataan terkait jumlah satuan pendidikan yang nantinya masuk dalam skema tersebut. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekitar 23 persen TK saat ini berstatus negeri.
"TK itu negeri ada, ada 23 persen itu TK negeri. dan nanti jumlahnya berapa nanti akan kami sampaikan termasuk dalam kaitannya terkait komitmen wajib belajar 13 tahun," jelasnya.
Bentuk Tim Khusus Kaji Kuliah Gratis
Selain pendidikan dasar dan menengah, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mewujudkan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mengkaji kebutuhan anggaran sekaligus skema penerapan kuliah gratis di PTN.
"Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk men-breakdown lagi hitungan-hitungan," ujar Brian.
Tim tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Hasil kajian tersebut nantinya akan disampaikan kembali kepada Presiden untuk menentukan tahapan dan langkah penerapan kebijakan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri.
Baca Juga: Penularan Influenza Tinggi di Musim Kemarau, Berikut Penjelasannya
"Nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden, dipimpin oleh Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah dan tahapan-tahapannya, sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan," tegasnya.
Brian menambahkan, Kemendiktisaintek telah melakukan sejumlah perhitungan awal terkait komponen pembiayaan pendidikan tinggi. Kajian tersebut mencakup biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI), serta berbagai komponen lain yang selama ini menjadi sumber pendapatan perguruan tinggi.
"Selanjutnya angka-angka yang tadi kita sdah hasilkan itu kita juga tentu akan mendiskusikan mendiskusikan opsi-opsi yang ada pada kaitannya dengan ruang sikal ayng tersedia dari APBN kita," bebernya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembiayaan program pendidikan gratis tersebut akan dikaji dengan mempertimbangkan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Brian juga memastikan rencana tersebut tidak berkaitan dengan Danantara.
"Ini semuanya kan tentu tidak ada hubungannya dengan Danantara, ya," pungkasnya.