JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto tak masalah jika kinerja pemerintahan yang dipimpinnya diawasi dan dikritik. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut justru berterima kasih atas kiritik yang kerap dilontarkan kader PDI-P atas setiap kebijakannya.
“Terima kasih khusus sekali lagi khusus PDIP,” kata Prabowo, saat menyampaikan pidato pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengapresiasi hubungan kerja yang dinilainya semakin sinergis antara pemerintah dan DPR RI. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai program yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat dijalankan secara cepat dan efektif.
“Saya terima kasih sekarang sudah ada kerja sama yang sangat sinergis antara Pemerintah dan DPR,” ungkap Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan sinergi antara pemerintah dan DPR tidak berarti menghilangkan fungsi demokrasi. Ia menyebut, pengawasan dan kritik tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan.
“Ini tidak berarti bahwa tidak ada demokrasi, kita harus ada demokrasi, kita harus diawasi, kita harus dikritik,” tegas Prabowo.
Kepala Negara mengatakan, pengawasan dan kritik justru merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus tetap berjalan. Namun, di sisi lain ia menekankan pentingnya kecepatan pemerintah dan DPR dalam bekerja demi memenuhi kebutuhan rakyat.
Prabowo menilai, kerja sama yang terbangun bersama DPR RI telah menghasilkan sejumlah hal yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, ia kembali menyampaikan apresiasi atas kinerja lembaga legislatif tersebut.
“Dan ini saya kira sudah dihasilkan oleh DPR RI sekarang ini, saya terima kasih,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Buka Peluang Dwikewarganegaraan untuk Diaspora, Targetkan Pesepak Bola Kelas Dunia
Lebih lanjut, Prabowo turut menyinggung istilah “Prabowonomics” yang sebelumnya kerap digunakan untuk menggambarkan arah kebijakan ekonominya. Ia menilai, sejumlah gagasan tersebut pada dasarnya memiliki akar pemikiran yang juga sejalan dengan perjuangan ekonomi kerakyatan.
“Sebenarnya ini bukan prabowonomics, ini marhaen ini, PDIP susah tidak mendukung ini,” pungkasnya.