← Beranda
Prabowo: Kemerdekaan Belum Selesai Hanya Karena Merah Putih Berkibar
Muhammad RidwanJumat, 14 Agustus 2026 | 23.22 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemerdekaan Indonesia tidak berhenti pada momentum berkibarnya bendera Merah Putih. Menurutnya, makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui kehidupan yang lebih baik dan dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera kita bendera merah putih telah berkibar. kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat kita, kemerdekaan harus terasa ruang kelas anak-anak kita, kemerdekaan harus terasa di puskesmas dan di rumah sakit dan di masa depan setiap keluarga indonesia," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pesan tersebut menjadi bagian penting dari pemaknaan APBN sebagai alat perjuangan. Ia menekankan, setiap rupiah yang dihimpun negara harus memberikan manfaat nyata serta menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Baca Juga: Munas IV 2026 APPEKNAS, Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme Pelaksana Konstruksi Nasional

Menurut Prabowo, APBN tidak semata-mata berfungsi sebagai dokumen pengelolaan keuangan negara. Anggaran tersebut juga menjadi instrumen perjuangan untuk melindungi rakyat sekaligus memperkuat fondasi bangsa.

"Alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, tanggung jawab generasi saat ini adalah memastikan cita-cita yang diperjuangkan para pahlawan dapat diwujudkan melalui negara yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan hadir dalam berbagai aspek kehidupan.

"Negara kita hadir ketika petani membutuhkan pupuk, membutuhkan teknologi. Negara hadir ketika nelayan membutuhkan kapal dan tempat menyimpan hasil tangkapannya. Negara hadir ketika buruh membutuhkan pelindungan dalam bekerja dan berkarya. Negara harus hadir ketika anak-anak membutuhkan makan bergizi dan sekolah yang baik. Negara harus hadir kalau keluarga membutuhkan rumah, air bersih, listrik, pekerjaan, layanan kesehatan, serta perlindungan pada masa sulit" pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan