← Beranda
Smart City Bukan Hanya Soal Teknologi, Kemendagri Ingin Sampah Diubah Jadi Energi
Sabik Aji TaufanJumat, 14 Agustus 2026 | 04.40 WIB
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai, mewujudkan smart city atau kota pintar tidak hanya mengandalkan teknologi. Pengelolaan sampah harus diarahkan pada pengembangan energi.

Kemendagri pun mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation mengatakan, pengelolaan sampah adalah tantangan utama dalam pembangunan perkotaan.

Menurutnya, kota cerdas bukan sekadar digitalisasi, melainkan kemampuan pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.

Baca Juga: Penyelundupan Emas Rp 63 Miliar Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Modusnya

"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya, Kamis (12/8).

Ia menegaskan, penanganan sampah harus terpadu dari hulu ke hilir. Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat. Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.

Nantinya, PSEL akan menjadi ekositem terpadu pengolahan sampah. Namun, bukan berarti PSEL pengganti sistem persampahan.

Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda melalui aspek kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.

"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," pungkasnya.

Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.

EDITOR: Sabik Aji Taufan