JawaPos.com - Tidak hanya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pantas menjadi orang nomor satu di TNI AD.
Keterangan itu disampaikan oleh Prabowo usai mendapat laporan dari Maruli terkait dengan progres pembangunan jembatan oleh TNI AD pada Kamis (13/8). Maruli menyebut, sejauh ini sudah 2.500 jembatan berhasil dibangun.
”Saya kira bahwa seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira, pejabat tertinggi di Angkatan Darat, ya itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya,” ucap Prabowo.
Boleh jadi, kata Prabowo, Maruli dan Sigit tidak merasa dan tidak menyadari sudah berbuat sangat banyak. Namun, pengabdian yang dilakukan akan selalu dilihat serta diingat oleh rakyat.
Baca Juga: TAP Untuk Negeri Dukung Hunian Layak bagi Warga Lansia di Tepian Terap
”Semua perbuatan baik, semua pengabdian yang baik oleh pribadi, oleh pejabat, oleh pemimpin, itu sesungguhnya dimonitor, dipantau, dicatat, diingat oleh rakyat,” ujarnya.
Dalam laporannya, Maruli mengungkapkan bahwa secara keseluruhan sudah 3.008 jembatan dibangun oleh TNI AD di seluruh Indonesia. Ribuan jembatan itu menghubungkan 7.807 desa.
Laporan tersebut disampaikan secara langsung oleh Maruli dari lokasi pembangunan jembatan ke-2.500 di wilayah Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
Maruli menyampaikan bahwa jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar karena menjadi akses penghubung 2 lokasi yang selama ini dipisahkan oleh sungai.
”Izin melaporkan, pak presiden. Hari ini saya berada di Bekasi, merupakan titik (jembatan) ke-2.500 yang selesai (dibangun) selama hampir 7 bulan ini,” kata Maruli dalam laporan kepada Presiden Prabowo.
Secara keseluruhan, Angkatan Darat sudah membangun 3.008 jembatan. Sebanyak 2.500 jembatan selesai dibangun. Sementara 508 jembatan lainnya masih dalam proses pembangunan.
Tidak hanya di 3.008 titik, TNI AD juga membangun 798 jembatan di daerah bencana. Mulai jembatan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), sampai jembatan di Sumatera Barat (Sumbar).
”Kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini,” ucap Maruli.
Orang nomor satu di TNI AD itu menyatakan bahwa instansinya akan terus menambah jumlah jembatan sampai tembus 5.000 titik. Menurut Maruli, target tersebut sangat mungkin tercapai.
”Kami meyakini 5.000 (jembatan) ini bisa selesai. Setelah kami (lalui) perjalanan teknis-teknis dalam pembuatan, kami semakin cepat dan terus kami adakan evaluasi
dalam pembuatan jembatan,” terang dia.