← Beranda
DPR Minta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Fokuskan Peningkatan Manajerial
Muhammad RidwanJumat, 26 Juni 2026 | 16.32 WIB
TERUS BERKARYA: Sejumlah pekerjaan Koperasi Merah Putih Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember mulai konsisten dilakukan. (Radar Jember)

 

JawaPos.com - DPR meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar militer (Latsarmil) menyusul meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan manajerial. 

 Menurut dia,  peserta yang dipersiapkan untuk mengemban jabatan manajerial di koperasi desa perlu mendapatkan pembekalan yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab mereka. 

"Kalau memang peserta dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi saja, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang secara relevan," kata Hasanuddin kepada wartawan, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, unsur pelatihan militer tetap dapat diberikan, namun dalam porsi yang terbatas. "Pelatihan militer cukup diberikan pada tingkat dasar dan terbatas saja," ujarnya.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai Latsarmil semestinya diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, serta semangat kebersamaan peserta. Namun, perlu diingat bahwa perlu pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum peserta mengikuti kegiatan fisik.

Purnawirawan mayor jenderal TNI itu menyatakan, setiap calon manajer harus dinyatakan layak secara medis sebelum mengikuti latihan. Proses pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan secara menyeluruh oleh tim dokter guna meminimalkan risiko selama pelatihan.

"Jika proses skrining kesehatan tidak akurat, maka ketika peserta mengikuti latihan dengan beban fisik tertentu dapat menimbulkan risiko yang fatal," tegasnya.

Lebih lanjut Hasanuddin meminta, insiden meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih dijadikan bahan evaluasi komprehensif. Evaluasi itu mencakup mekanisme seleksi kesehatan peserta, tingkat intensitas latihan, pengawasan medis selama kegiatan berlangsung, hingga kesesuaian materi pelatihan dengan tujuan program.

"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan membangun kapasitas SDM tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih di Kebumen Mangkrak Usai Dua Bulan Diresmikan, Pengurus Bingung Tak Ada Kepastian Akan Beroperasi

Ketiga peserta bernasib malang itu terdiri atas Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka menjalani latsarmil di 3 satuan pendidikan berbeda. Di antaranya di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

EDITOR: Kuswandi