← Beranda
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Maaf, Janji Bayar Sendiri Kursi Pijat dan Akuarium Rumah Dinas
Ryandi ZahdomoSenin, 27 April 2026 | 18.47 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (Prokal)

 

JawaPos.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud akhirnya buka suara menanggapi gelombang kritik publik dan aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi belakangan ini. Di tengah desakan masyarakat terkait polemik renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar dan isu nepotisme, Rudy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Pernyataan ini disampaikan Rudy melalui kanal media sosial pribadinya, Minggu (26/4).

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Rudy dikutip Senin (27/4).

Evaluasi Renovasi Rumah Dinas

Rudy menyebut rencana renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar telah direncanakan sebelum dirinya menjabat. Meski begitu, ia menegaskan tanggung jawab tetap ada padanya sebagai pemimpin saat ini.

Ia pun menyatakan akan menanggung pembiayaan menggunakan dana pribadi atas item renovasi rumah yang diluar fungsinya sebagai Gubernur.

"Sebagai bentuk komitmen, saya akan mengambil langkah. Yang pertama, saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut," ungkapnya.

Selain itu, ia berjanji akan melakukan audit ulang terhadap 57 item belanja dalam paket renovasi tersebut agar masyarakat dapat ikut mengawasi secara transparan.

Putus Praktik Nepotisme

Selain isu renovasi, sorotan tajam juga mengarah pada posisi strategis sejumlah anggota keluarga Rudy Mas'ud di pemerintahan. Menanggapi tuntutan demonstran yang melakukan aksi pada 21 April 2026, ia memutuskan untuk melakukan perombakan kebijakan.

"Mulai esok (hari ini, Red) saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk wakil ketua tim ahli Gubernur untuk percepatan pembangunan," ujarnya.

Rudy berkomitmen untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga memohon maaf atas pernyataannya sebelumnya yang dinilai kurang tepat saat membahas pimpinan nasional.

"Tidak ada maksud sedikit pun untuk membawa atau membandingkan pihak mana pun ke dalam konteks yang tidak semestinya," tambah Rudy.

Baca Juga: Setelah Didemo 3.000 Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Copot Keluarga dari Jabatan Strategis

Buntut Aksi Massa 21 April

Langkah Rudy ini diambil pasca-aksi demonstrasi besar-besaran yang diikuti sekitar 3.000 orang di depan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Massa yang terdiri dari mahasiswa, ormas, dan masyarakat adat menuntut penghentian praktik politik dinasti serta transparansi anggaran.

Ketegangan sempat mewarnai aksi tersebut, di mana massa menuntut audit menyeluruh terhadap kegiatan Pemprov Kaltim. Sebelumnya, nama Rudy mencuat ke publik akibat kontroversi pembelian mobil dinas Range Rover senilai Rp8,5 miliar yang akhirnya dikembalikan kepada penyedia.

Kini, publik menanti realisasi janji tersebut. Rudy menegaskan ke depan ia akan bekerja lebih teliti demi memastikan setiap manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur.

 

EDITOR: Kuswandi