JawaPos.com - Panitia Kerja Air Minum Dalam Kemasan (Panja AMDK) Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap upaya PT Tirta Investama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Produsen air minum bermerek Aqua tersebut dinilai telah berkontribusi melalui pembangunan sumur resapan serta pengelolaan daur ulang plastik.
"Kalau dilihat dari paparan yang disampaikan, berbagai upaya tersebut sudah dilakukan. Hal yang sama juga kami temukan saat kunjungan lapangan, mulai dari keberadaan sumur resapan, sumur pantau, hingga kegiatan penghijauan yang sudah berjalan dengan baik," ujar Ketua Tim Panja, Evita Nursanty di Jakarta, Senin (13/4).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kunjungan ke pabrik Aqua di Klaten pada Kamis (9/4). Evita menjelaskan bahwa perusahaan juga telah membangun sumur pantau guna mengawasi debit air yang diambil setiap hari, sehingga potensi eksploitasi air tanah dapat dicegah.
"Pada lokasi sumur pompa telah dipasang alat monitoring digital sehingga pengambilan air dapat terukur dan terpantau secara real-time," katanya.
Baca Juga: Cuaca Lagi “Nggak Jelas”? Ini 7 Cara Simpel Biar Kamu Nggak Ikut Tumbang!
Anggota Panja AMDK lainnya, Eva Monalisa, turut mengungkapkan temuan positif, terutama dalam pengelolaan limbah plastik dan konservasi air. Ia juga menyoroti program penyediaan air bersih bagi warga sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
"Itu ada 3 sampai 4 desa di sekitaran sumber mata air digali sumur tersendiri oleh Aqua agar bisa dimanfaatkan warga dan itu menjadi program yang benar-benar menyentuh masyarakat sekitar," kata Eva Monalisa.
Politisi PKB tersebut menambahkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan air dilakukan melalui sumur pantau, sehingga debit air tetap terkendali dan risiko penurunan muka tanah dapat dihindari.
"Jadi isu eksploitasi air itu tidak ada karena kami melihat sendiri saat berkunjung ke pabrik, sumber air, hingga sumur pantau mereka," katanya.
Ia berharap praktik serupa dapat diterapkan oleh seluruh pelaku industri air minum dalam kemasan di Indonesia. Panja pun berencana melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan AMDK lainnya untuk mendorong peran aktif industri dalam mengatasi persoalan yang ada.
Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan komitmen perusahaan terhadap konservasi sumber daya air. Ia menyebutkan bahwa sejak 2021 Aqua bekerja sama dengan BRIN untuk mengukur dampak positif pengelolaan air melalui metode Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA).
Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan berbagai inisiatif konservasi, seperti pembangunan sumur resapan dan penanaman pohon, mampu mengembalikan air ke alam dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan yang digunakan dalam proses produksi, sejalan dengan target Positive Water Impact 2030.
Baca Juga: Komdigi Apresiasi TikTok, 780 Ribu Akun Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Dari sisi kemasan, Vera menjelaskan bahwa Aqua menggunakan galon guna ulang yang dinilai lebih ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan galon ini juga lebih efisien dalam konsumsi energi dan mengurangi kebutuhan plastik baru.
"Mengenai kualitas galon guna ulang, kami saat ini ada dua kemasan yakni polikarbonat dan PET. Dua-duanya memenuhi standar keamanan yang sama dan juga dimonitor sampai kapan bisa digunakan kembali dan kapan kembali ke pabrik," katanya.