JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan peran Indonesia dalam menghadapi berbagai konflik yang terjadi di dunia internasional untuk selalu mengedepankan penyelesaian damai atas konflik bersenjata, khususnya konflik yang terjadi antara Iran dan Israel. Hal itu ditegaskan dalam politik luar negeri Indonesia yang menganut sistem nonblok.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Hubungan Luar Negeri, Ali Mochtar Ngabalin, menyatakan pihaknya mendukung langkah Presiden Prabowo yang mengedepankan soft diplomacy dalam menyikapi konflik antara Iran dan Israel.
"Itu sebabnya Indonesia dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia punya nama besar dalam berbagai event internasional. Dari tahun 1955-1962 sampai dengan hari ini, mulai dari Ali Alatas, Hasan Wirayuda, sampai dengan sekarang kita punya Menteri Luar Negeri hari ini, dan Presiden Prabowo tidak ada lain kecuali adalah diplomasi," kata Ali Ngabalin di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (23/6).
Ia tak memungkiri, perang dunia ketiga bisa saja terjadi setelah Amerika Serikat (AS) turut melancarkan serangan ke Iran. Bahkan, kekinian Iran telah menutup Selat Hormuz yang merupakan perlintasan minyak dunia.
Menurutnya, konflik Timur Tengah yang semakin memanas akan berdampak pada perekonomian global, khususnya pada harga minyak dunia.
"Kalau dalam satu minggu atau 10 hari ini tidak bisa ada duduk kemudian berunding, maka yang paling pertama melonjaknya harga oil, itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ali Ngabali memastikan partainya mendukung keputusan Presiden Prabowo yang lebih mengedepankan diplomasi dalam menyikapi konflik Timur Tengah tersebut.
"Tentu apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan mendatangkan kemaselahatan bagi manusia, mendatangkan kebaikan bagi langkah-langkah yang ingin dilakukan oleh Presiden dan Pemerintah, pasti Partai Golkar akan memberikan sokongan utama," pungkasnya.