← Beranda
Puan Bantah Isu Kerenggangan Hubungan Jokowi-Megawati Akibat Penolakan Jabatan Presiden 3 Periode
Muhammad RidwanKamis, 26 Oktober 2023 | 15.53 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (DERY RIDWANSAH)
JawaPos.com - Hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diisukan merenggang. Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan tegas membantahnya. 
 
Dia memastikan Jokowi tidak pernah meminta agar masa baktinya sebagai kepala negara diperpanjang. Pernyataan ini sekaligus membantah ucapan politikus PDIP Adian Napitupulu yang menyebut dinginnya hubungan Megawati dan Jokowi, karena isu penolakan jabatan tiga periode.
 
“Nggak, nggak pernah. Setahu saya enggak pernah beliau (Jokowi) meminta untuk perpanjangan tiga periode,” kata Puan di Gedung High End, Jakarta Pusat, Rabu (25/10) kemarin. 
 
Baca Juga: Terbukti Korupsi Infrastruktur 4G BTS, Johnny G Plate Dihukum 15 Tahun Penjara
 
Menurut Puan, tidak ada alasan maupun dasar hukum yang dapat memperpanjang masa bakti Jokowi menjadi tiga periode. Dia menjelaskan, jabatan Presiden telah jelas diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang mengatur masa bakti presiden maksimal dua periode.
 
“Jadi kalau kemudian ada perpanjangan itu mekanismenya dari mana? Kemudian seperti apa? Waktu itu kan tidak ada mekanisme yang kemudian memungkinkan untuk kita melakukan perpanjangan atau melakukan tiga periode,” tegas Puan. 
 
Puan meyakini, Jokowi adalah sosok negarawan. Sehingga tidak akan memberikan dukungan politiknya pada salah satu pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024. 
 
Baca Juga: Awal Sempurna Juara Bertahan NBA Denver Nuggets di Ball Arena
 
“Pak Jokowi kan seorang negarawan dan menyatakan siap menjadi presiden bagi seluruh rakyat indonesia dan tidak akan berpihak kepada siapapun dari ketiga calon tersebut,” cetus Puan.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres (TKRPP) PDIP Adian Napitupulu mengatakan, penolakan masa jabatan presiden tiga periode menjadi akar persoalan Jokowi dengan PDIP. Menurut Adian, PDIP tidak mengabulkan permintaan Jokowi untuk memperpanjang masa jabatannya agar tiga periode.
 
“Nah ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui,” ungkap Adian.
 
Baca Juga: Usai Daftar ke KPU, Prabowo-Gibran Jalani Tes Kesehatan Bersama di RSPAD
 
Mantan aktivis 1998 ini menegaskan, PDIP menolak permintaan tersebut karena tidak ingin mengkhianati konstitusi. Ia menekankan, PDIP ingin menjaga konstitusi karena terkait dengan keselamatan bangsa dan negara, serta rakyat Indonesia.
 
“Kalau ada yang marah karena kita menolak penambahan masa jabatan tiga periode atau perpanjangan, bukan karena apa-apa, itu urusan masing-masing. Tetapi memang untuk menjaga konstitusi. Sederhana aja," ucap Adian.
 
Adian menyayangkan langkah Jokowi yang berbeda dengan PDIP pada Pilpres 2024. Sebab, PDIP sudah memberikan karpet merah untuk untuk Jokowi mulai dari menjadi Wali Kota Surakarta dua periode, Gubernur DKI Jakarta, dan presiden dua kali.
 
Baca Juga: Voli Putra-Putri Jatim Takluk oleh Jabar di kualifikasi Pekan Olahraga Nasional
 
“Ada sejarah begini, dulu ada yang datang minta jadi wali kota dapat rekomendasi, minta rekomendasi, dikasih. Minta lagi dapat rekomendasi, dikasih lagi. Lalu minta jadi gubernur, minta rekomendasi dikasih lagi. Lalu minta jadi calon presiden, minta rekomendasi dikasih lagi. Kedua kali dikasih lagi," papar Adian.
 
“Lalu ada lagi minta untuk anaknya dikasih lagi. Lalu ada diminta untuk menantu lalu dikasih lagi. Banyak benar," imbuhnya.
EDITOR: Banu Adikara