JawaPos.com - Perlakuan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim terhadap Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Hanura Mukhtar Tompo berbuntut panjang. Selain muncul desakan agar Chappy dicopot dari jabatannya dan diproses hukum, ada pula yang meminta supaya Indonesia memutus kerja sama dengan perusahaan tambang milik Amerika Serikat itu.
Desakan agar kerja sama itu dihentikan datang dari Kapoksi Fraksi Partai Hanura di Komisi VII DPR Farid Alfauzi. "Kami meminta agar pemerintah memutus segala bentuk kerjasama dengan Freeport," tegasnya melalui pesan singkat, Jumat (10/2).
Langkah tersebut menurutnya perlu diambil. Sebab, tindakan Chappy memperlihatkan penghinaan Freeport terhadap Bangsa Indonesia. Kehadiran Chappy di gedung DPR, mewakili korporasi raksasa pertambangan asal Amerika Serikat itu. "Ini Freeport benar benar menginjak harga diri bangsa," kesalnya.
Karena itu, Farid mengatakan bahwa fraksinya segera menggalang dukungan untuk membentuk Panja Chappy dan Freeport. Mereka juga akan menyurati pimpinan DPR supaya mendukung panja tersebut.
"Karena, tidak ada alasan korporasi internasional yang selama ini mengeruk keuntungan di negeri kita justru menghina bangsa dan negara yang kita cintai ini," pungkas legislator asal Jawa Timur itu.
Kemarin, Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Dia dibentak Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Chappy Hakim.
Kejadian tersebut terjadi usai rapat tertutup komisi VII DPR dengan PT Freeport Indonesia sekitar pukul 15.10 WIB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2). Mukhtar mengaku Chappy langsung melayangkan nada tinggi seraya menunjuk dadanya dengan keras. (dna/JPG)