← Beranda
Messi Dikritik Usai Coba Manfaatkan Aturan Baru FIFA di Final Piala Dunia
Leni Setya WatiRabu, 22 Juli 2026 | 04.50 WIB
lionel messi (x @actufoot_)

JawaPos.com - Lionel Messi menjadi perbincangan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium.

Selain hasil pertandingan yang mengakhiri harapan Albiceleste mempertahankan gelar, aksi sang kapten pada penghujung laga juga memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Dilansir dari The Chosun, pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu, Argentina kesulitan mengimbangi dominasi Spanyol.

Baca Juga: Sidang UNESCO World Heritage Committee Resmi Digelar di Busan, Bahas 33 Nominasi Warisan Dunia

Tim asuhan Lionel Scaloni nyaris tidak mampu menciptakan peluang berbahaya dan harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernández menerima kartu merah akibat akumulasi kartu kuning.

Ferran Torres kemudian mencetak gol kemenangan yang memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia keduanya.

Messi menjadi sorotan setelah memprotes bek Spanyol, Marc Cucurella, kepada wasit Slavko Vinčić.

Messi menilai Cucurella berbicara sambil menutupi mulutnya, tindakan yang menurut aturan baru turnamen dapat dikenai sanksi.

Bersama beberapa pemain Argentina lainnya, ia meminta wasit mengambil tindakan tegas terhadap pemain Spanyol tersebut.

Namun, tayangan ulang menunjukkan Cucurella hanya mengangkat tangannya di dekat wajah saat berbicara dan wasit memutuskan tidak memberikan hukuman apa pun.

Protes Messi pun tidak membuahkan hasil, sementara pertandingan tetap berlanjut hingga Spanyol akhirnya memastikan kemenangan.

Insiden itu memancing komentar dari sejumlah mantan pemain tim nasional Inggris. Wayne Rooney menyebut tindakan Messi lahir dari rasa frustrasi dan mengatakan bahwa sportivitas seharusnya tetap dijunjung tinggi dalam laga sebesar final Piala Dunia. 

Micah Richards juga menilai akan terlalu berlebihan jika seorang pemain diusir hanya karena gestur tersebut, sedangkan Joe Hart menganggap momen itu menunjukkan betapa dominannya permainan Spanyol hingga membuat Argentina kehilangan ketenangan.

Lee Dixon turut mengkritik insiden tersebut. Ia menilai upaya meminta lawan mendapat kartu merah melalui situasi seperti itu tidak mencerminkan semangat permainan.

Terlepas dari kontroversi tersebut, kekalahan di final tidak menghapus pencapaian besar Messi bersama Argentina.

Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, sang kapten tetap dikenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.

EDITOR: Hanny Suwindari