← Beranda
Thomas Tuchel Balas Sindiran Donald Trump soal Taktik Timnas Inggris saat Kalah dari Argentina
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 20 Juli 2026 | 00.18 WIB
Thomas Tuchel merespons kritik Donald Trump setelah timnas Inggris kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. ). (X/@MickyJnr__)

 

JawaPos.com - Thomas Tuchel angkat bicara setelah mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait pendekatan taktik timnas Inggris saat kalah 2-1 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.

Timnas Inggris sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat Anthony Gordon. Namun, perubahan strategi yang lebih bertahan membuat Argentina mampu mengambil alih momentum dan mencetak dua gol pada menit-menit akhir untuk memastikan tiket ke final piala dunia melawan Spanyol.

Melansir Sports Illustrated, usai pertandingan, Donald Trump ikut mengomentari strategi Thomas Tuchel, terutama peran Harry Kane yang dinilai terlalu sering turun ke lini tengah hingga mengurangi daya serang timnas Inggris.

Baca Juga: Bawa Pulang Medali Perunggu, Thomas Tuchel Sebut Pidato Jordan Henderson Jadi Kunci Kebangkitan Inggris

"Kita harus sedikit menyerang, kan?" ujar Trump saat mengkritik cara Inggris memainkan Kane.

Komentar tersebut langsung mendapat respons bernada satir dari Tuchel. "Apakah Anda menggunakan Donald Trump sebagai saksi dalam kasus ini atau…? Saya hanya bertanya," balas Tuchel.

Ketika kembali diminta menanggapi kritik tersebut, pelatih asal Jerman itu menjelaskan bahwa posisi Kane merupakan konsekuensi dari strategi bertahan yang diterapkan timnya.

Baca Juga: Merasa Timnas Argentina Dirugikan, Lionel Scaloni Mengadu kepada FIFA Jelang Final Piala Dunia 2026

"Dalam situasi apa Harry bermain terlalu dalam? Apa maksudmu? Seperti dalam 30 menit terakhir? Ya, kami bertahan dengan blok pertahanan yang rapat. Itulah yang Anda lakukan jika bertahan dengan blok pertahanan. Kami kurang aktif, kami tidak bisa keluar dari blok pertahanan yang rapat, tetapi jika Anda bertahan dengan blok pertahanan yang rapat, semua orang akan bertahan dengan blok pertahanan yang rapat," papar Tuchel.

"Itulah arti semangat tim, kebersamaan, dan mentalitas dalam istilah sepak bola. Kami bertahan sebagai pemain nomor 10 dan 11, dan jika kami terdesak mundur ke blok pertahanan yang dalam, Harry akan bertahan di blok pertahanan yang dalam," imbuh dia.

Tuchel Ambil Tanggung Jawab Penuh

Kritik terhadap Tuchel bukan hanya datang dari Trump. Banyak pengamat mempertanyakan keputusan sang pelatih yang menarik Anthony Gordon setelah Inggris unggul, lalu memasukkan Ezri Konsa untuk memperkuat lini belakang.

Tak lama kemudian, Declan Rice dan Reece James juga digantikan oleh Dan Burn serta Nico O'Reilly. Pergantian itu membuat Inggris hanya menyisakan Harry Kane, Jude Bellingham, dan Morgan Rogers sebagai pemain dengan orientasi menyerang ketika Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan Argentina pada menit ke-92.

Marcus Rashford dan Ivan Toney baru dimainkan menjelang akhir pertandingan, ketika situasi sudah sulit dibalikkan. Meski demikian, Tuchel menegaskan dirinya tidak akan menyalahkan pemain mana pun atas kekalahan tersebut.

"Saya bertanggung jawab. Jika lebih mudah jika seseorang yang disalahkan, saya yang akan disalahkan. Itu bukan masalah," tandas Tuchel.

Baca Juga: Jelang Final Piala Dunia Timnas Spanyol vs Argentina, Aymeric Laporte Soroti Kontroversi Argentina

Dia juga menolak ikut dalam perdebatan yang mencari kambing hitam.

"Saya tidak akan terlibat dalam permainan semacam ini. Karena bagi saya, tidak ada yang bisa disalahkan. Jika Anda membutuhkan seseorang untuk disalahkan, saya yang bertanggung jawab," imbuh Tuchel.

Menurut Tuchel, seluruh keputusan yang diambil di pinggir lapangan merupakan hasil penilaian terhadap kondisi pertandingan saat itu.

Baca Juga: Luis de la Fuente Khawatir soal Kepemimpinan Wasit di Final Piala Dunia 2026

"Sebagai pelatih kepala, kami membuat keputusan di dalam pertandingan berdasarkan kepercayaan, daya saing kami, pengalaman, dan apa yang sebenarnya kami rasakan di dalam pertandingan. Dari situlah kami melanjutkan," ucap dia.

Meski tersingkir di semifinal, Tuchel menegaskan tidak menyesali pendekatan yang dipilihnya. Dia memilih memikul seluruh tanggung jawab atas hasil tersebut daripada menyalahkan individu mana pun di dalam skuad Inggris.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah