JawaPos.com — Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Timnas Spanyol melawan Timnas Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Duel dua raksasa sepak bola dunia ini diprediksi ditentukan oleh pertarungan para pemain kunci, mulai dari duel Marc Cucurella melawan Lionel Messi hingga adu kreativitas Rodri dan Enzo Fernandez.
Mengapa Duel Marc Cucurella vs Lionel Messi Sangat Krusial?
Pertarungan paling menyita perhatian dipastikan terjadi di sisi kiri pertahanan Spanyol. Marc Cucurella mendapat tugas berat mengawal Lionel Messi yang masih menjadi sumber utama serangan La Albiceleste meski telah berusia 39 tahun.
Bek kiri berusia 27 tahun itu selalu menjadi starter dalam tujuh pertandingan Spanyol di Piala Dunia 2026. Konsistensinya menjadi salah satu alasan La Furia Roja mampu melaju hingga partai puncak.
Penampilan Cucurella saat semifinal melawan Prancis menjadi bukti kualitasnya. Menghadapi Ousmane Dembele yang merupakan peraih Ballon d'Or 2025, ia tidak sekali pun berhasil dilewati dalam situasi dribel.
Selain itu, Cucurella memenangkan tiga dari empat tekel, mencatat satu blok tembakan dan satu clearance. Penampilan tersebut membuatnya memperoleh rating 7,1 dari Sofascore.
Namun, tantangan sesungguhnya hadir di final. Messi tetap menjadi motor permainan Argentina dari sisi kanan dengan koleksi delapan gol dan empat assist, tertinggi sepanjang Piala Dunia 2026.
Apabila Cucurella mampu membatasi ruang gerak Messi, kreativitas Argentina otomatis akan berkurang. Sebaliknya, jika Messi lepas dari pengawalan, ia bisa dengan mudah membangun kombinasi bersama Nahuel Molina maupun Gonzalo Montiel.
Rodri dan Enzo Fernandez Berebut Kendali Lini Tengah
Selain duel di sektor sayap, pertarungan lini tengah juga dipastikan menentukan jalannya pertandingan. Rodri akan berhadapan langsung dengan Enzo Fernandez dalam perebutan dominasi penguasaan bola.
Kapten Spanyol tersebut menjadi pemain dengan distribusi bola terbaik di turnamen. Rodri telah mencatatkan 694 operan dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen.
Kontribusinya tidak hanya dalam membangun serangan. Saat menghadapi Prancis, gelandang berusia 30 tahun itu memenangkan empat duel udara dari empat kesempatan serta memenangi tujuh duel darat dari 12 percobaan.
Di kubu Argentina, Enzo Fernandez tampil sebagai pengatur ritme sekaligus ancaman dari lini kedua. Gelandang Chelsea tersebut telah membukukan 483 operan dengan akurasi yang juga mencapai 93 persen.
Perannya semakin penting ketika lini depan mengalami kebuntuan. Salah satu contohnya terjadi saat semifinal melawan Inggris ketika tendangan keras Enzo pada menit ke-85 sukses menjebol gawang Jordan Pickford.
Gol tersebut menghidupkan peluang Argentina sebelum akhirnya memastikan tiket ke final. Hingga kini Enzo sudah mengoleksi dua gol sepanjang turnamen, hanya kalah dari Lionel Messi dan Lautaro Martinez dalam daftar pencetak gol Argentina.
Lamine Yamal Ditantang Pengalaman Nicolas Tagliafico
Lamine Yamal tetap menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan aksinya pada final nanti. Meski belum tampil maksimal akibat proses pemulihan cedera hamstring, winger Barcelona berusia 19 tahun itu mulai menunjukkan peningkatan performa.
Pada semifinal melawan Prancis, Yamal memang tidak mencetak gol maupun assist. Namun, aksinya memaksa Lucas Digne melakukan pelanggaran yang berbuah penalti dan berhasil dikonversi Mikel Oyarzabal menjadi gol pembuka Spanyol.
Kemampuan dribel, kecepatan, serta kebiasaan melakukan cut inside menjadi ancaman utama bagi pertahanan Argentina. Apalagi Yamal dikenal mampu melepaskan umpan maupun tembakan melengkung dari sisi kanan serangan.
Di sisi lain, Argentina berpotensi kehilangan Facundo Medina yang masih diragukan tampil akibat cedera betis. Jika belum pulih sepenuhnya, Nicolas Tagliafico diprediksi akan dipercaya mengawal Yamal.
Tagliafico bukan pemain sembarangan. Bek berusia 33 tahun itu merupakan bagian dari skuad juara dunia 2022 dan telah mengoleksi 82 penampilan bersama Argentina, termasuk bermain penuh selama 120 menit pada final Piala Dunia Qatar melawan Prancis.
Pengalaman Tagliafico menghadapi pemain-pemain cepat menjadi modal penting untuk meredam eksplosivitas Yamal. Duel keduanya diprediksi menjadi salah satu penentu keseimbangan permainan di sektor sayap.
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Argentina
Mengutip Sports Mole, Spanyol diperkirakan tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1. Lamine Yamal yang sempat terlihat pincang usai semifinal diprediksi tetap berada dalam kondisi siap bermain.
Prediksi susunan pemain Spanyol: Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.
Sementara itu, Lionel Scaloni diprediksi kembali menurunkan Rodrigo De Paul sejak menit pertama setelah eksperimen memainkan Giuliano Simeone dinilai belum memberikan hasil maksimal.
Prediksi susunan pemain Argentina: Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister; Julian Alvarez, Lionel Messi.
Final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sangat ketat. Selain adu strategi antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni, kualitas enam pemain kunci tersebut berpotensi menjadi pembeda yang menentukan apakah Spanyol meraih gelar dunia kedua atau Argentina sukses mempertahankan mahkota juara.