← Beranda
Jelang Final Piala Dunia 2026, Argentina Terancam Sanksi FIFA Spanduk Falkland, Lawan Spanyol Bisa Diwarnai Kontroversi
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 17 Juli 2026 | 17.23 WIB
Giovani Lo Celso bersama pemain Argentina membentangkan spanduk "Las Malvinas son Argentinas" usai kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 yang kini diselidiki FIFA. (Instagram @locelsogiovani)

JawaPos.com — Argentina terancam menghadapi sanksi dari FIFA setelah para pemainnya membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai mengalahkan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Aksi tersebut memicu polemik karena dinilai membawa pesan politik menjelang final melawan Spanyol pada Minggu (19/7/2026). Kontroversi muncul ketika gelandang Giovani Lo Celso terlihat memegang spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina" bersama bek Nicolas Otamendi.

Baca Juga: Mengenang Eri Irianto, Persebaya Surabaya Luncurkan Pre Season Jersey 2026/2027 dengan Sentuhan Penuh Makna

Spanduk yang awalnya berasal dari tribune suporter itu kemudian sempat dibentangkan di atas lapangan setelah laga berakhir.

Mengapa FIFA Bisa Menjatuhkan Sanksi?

FIFA memiliki aturan tegas terkait larangan penggunaan simbol, slogan, maupun pesan yang bersifat politik dalam pertandingan sepak bola internasional. Aturan tersebut tercantum dalam regulasi International Football Association Board (IFAB) yang menjadi dasar penyelenggaraan pertandingan resmi.

Dalam peraturan IFAB disebutkan:

"Peralatan tidak boleh memiliki slogan, pernyataan, atau gambar yang bersifat politik, agama, atau pribadi."

Aturan itu juga menegaskan pemain tidak boleh menampilkan slogan, gambar, atau pernyataan bernuansa politik, agama, maupun kepentingan pribadi. Jika terjadi pelanggaran, pemain ataupun tim dapat dikenai sanksi oleh penyelenggara kompetisi, federasi nasional, maupun FIFA.

Selain itu, FIFA juga memiliki kode etik stadion yang melarang berbagai atribut, termasuk spanduk, bendera, selebaran, maupun perlengkapan lain yang mengandung unsur politik atau diskriminatif.

Karena itu, FIFA kini menunggu laporan resmi dari perangkat pertandingan sebelum menentukan apakah aksi para pemain Argentina melanggar regulasi atau tidak. Hingga kini belum ada batas waktu kapan keputusan akan diumumkan.

Apa Isi Spanduk yang Dipermasalahkan?

Baca Juga: Lawan PSIS Semarang Bukan Soal Hasil Akhir! Diogo Carvalho Bongkar Target Persebaya Surabaya di Anniversary Game

Tulisan "Las Malvinas son Argentinas" merujuk pada klaim Argentina atas Kepulauan Falkland yang oleh masyarakat Argentina disebut Las Malvinas. Wilayah tersebut berada sekitar 480 kilometer di sebelah timur daratan utama Argentina dan hingga kini masih menjadi wilayah seberang laut milik Inggris.

Sengketa kepemilikan pulau itu telah berlangsung selama hampir dua abad. Konflik paling besar terjadi pada 1982 ketika pemerintah militer Argentina menginvasi Kepulauan Falkland. Perang berlangsung sejak 2 April hingga 14 Juni 1982 sebelum berakhir dengan kemenangan Inggris.

Dalam konflik tersebut, sebanyak tiga warga sipil, 255 tentara Inggris, dan 649 tentara Argentina dilaporkan tewas. Sejak saat itu, isu Falkland selalu menjadi persoalan sensitif dalam hubungan kedua negara.

FIFA Tunggu Laporan Resmi Sebelum Mengambil Keputusan

Sesuai prosedur, FIFA belum langsung memberikan keputusan setelah pertandingan semifinal selesai. Badan sepak bola dunia itu akan lebih dahulu menerima seluruh laporan resmi dari wasit, pengawas pertandingan, dan delegasi sebelum melakukan evaluasi.

Setelah seluruh dokumen diterima, FIFA akan menentukan apakah spanduk tersebut termasuk simbol politik yang melanggar regulasi turnamen. Jika dinyatakan melanggar, hukuman dapat berupa teguran, denda, hingga sanksi lain sesuai ketentuan disiplin FIFA.

Namun hingga saat ini FIFA belum memberikan komentar resmi mengenai kemungkinan hukuman tersebut.

Kontroversi itu muncul di saat Argentina tengah memburu sejarah sebagai negara ketiga yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun. Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Spanyol pada partai final di MetLife Stadium.

Reaksi Inggris dan Argentina Berbeda

Aksi para pemain Argentina langsung memancing respons dari sejumlah politikus Inggris. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan posisi pemerintahnya terkait Kepulauan Falkland tidak berubah.

Juru bicara Starmer mengatakan:

"Piala Dunia mungkin bukan milik kita, tetapi Kepulauan Falkland pasti milik kita."

Ia juga menambahkan persoalan kemungkinan sanksi sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA. Menurut pemerintah Inggris, sepak bola seharusnya dipisahkan dari isu politik.

Sementara itu, pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris Ed Davey bahkan meminta FIFA menjatuhkan larangan bermain kepada pemain Argentina yang terlibat saat final Piala Dunia 2026.

Davey mencontohkan kasus gelandang Spanyol Rodri dan penyerang Alvaro Morata yang pernah mendapat hukuman satu pertandingan dari UEFA setelah meneriakkan slogan "Gibraltar is Spanish" saat parade juara Euro 2024.

Wakil Presiden Argentina Justru Mendukung

Di sisi lain, Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel justru memberikan dukungan penuh kepada para pemain. Melalui akun X miliknya, Villarruel mengunggah foto para pemain Argentina bersama spanduk tersebut disertai tulisan:

"Kepulauan Falkland adalah milik Argentina! Mereka melarang membawa mereka ke stadion dan lupa bahwa kami membawa mereka dalam darah dan hati kami."

Unggahan itu memperlihatkan dukungan pemerintah Argentina terhadap pesan yang dibawa para pemain usai kemenangan dramatis atas Inggris.

Gelandang Argentina Leandro Paredes juga mengaku pertandingan semifinal memiliki makna emosional bagi rakyat Argentina, khususnya mereka yang terdampak konflik Falkland.

Ia mengatakan:

"Sayangnya, ini adalah bagian menyedihkan dari sejarah kita."

Paredes menambahkan timnya merasa bermain untuk seluruh rakyat Argentina, termasuk mereka yang memiliki kenangan pahit terhadap konflik tersebut. Meski begitu, pernyataan dan aksi para pemain kini menjadi perhatian FIFA.

Jika badan sepak bola dunia menilai spanduk tersebut merupakan simbol politik, Argentina berpotensi menerima hukuman disiplin hanya beberapa hari sebelum menghadapi Spanyol dalam final Piala Dunia 2026.

EDITOR: Hendra