← Beranda
Balogun Akui Kontroversi Pencabutan Kartu Merah Ganggu Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiKamis, 16 Juli 2026 | 05.31 WIB
Folarin Balogun menjadi andalan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. (Concacaf)

 

JawaPos.com - Penyerang Timnas Amerika Serikat Folarin Balogun angkat bicara mengenai kontroversi pencabutan sanksi kartu merah yang membuat namanya menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026.

Meski bersyukur bisa kembali memperkuat tim, Folarin Balogun mengakui keputusan pencabutan sanksi kartu merah itu sempat memunculkan kegelisahan di ruang ganti skuad timnas Amerika Serikat di paial dunia. 

Folarin Balogun mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia pada fase gugur. Namun, menjelang laga babak 16 besar piala dunia melawan Belgia, FIFA memutuskan membatalkan hukuman tersebut sehingga sang striker timnas Amerika Serikat kembali tersedia untuk dimainkan.

Baca Juga: Lamine Yamal Jadi Target Pencuri Setelah Loloskan Timnas Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Begini Kronologinya

Keputusan itu memicu perdebatan luas. Sejumlah pihak mempertanyakan alasan di balik pencabutan sanksi tersebut. Bahkan, UEFA disebut ikut melontarkan kritik karena menilai keputusan tersebut tidak memiliki preseden yang jelas dalam turnamen sebesar Piala Dunia.

Dalam wawancara bersama CBS setelah Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia usai kalah dari Belgia, Balogun mengungkapkan bahwa dirinya langsung merasakan dampak dari keputusan tersebut terhadap atmosfer tim.

"Awalnya saya sangat senang karena bisa kembali masuk skuad. Tetapi setelah memikirkannya lagi, saya sadar keputusan itu pasti akan menimbulkan kontroversi. Saya juga bisa merasakan ada sedikit ketegangan di antara rekan-rekan setim," ujar pemain AS Monaco tersebut.

Baca Juga: FIFA Puas dengan Piala Dunia 48 Tim, Aturan Baru Dinilai Tingkatkan Kualitas dan Keselamatan Pemain

Balogun menceritakan bahwa dirinya mengetahui kabar pencabutan hukuman saat berada di dalam bus bersama seluruh anggota tim. Pengumuman itu langsung disambut berbagai reaksi dari para pemain.

Menurut dia, suasana di dalam bus berubah menjadi ramai karena sebagian pemain tidak menyangka FIFA mengambil keputusan tersebut hanya beberapa saat sebelum pertandingan penting melawan Belgia.

Meski akhirnya bisa dimainkan, Balogun mengungkapkan bahwa tim pelatih sebenarnya telah menyiapkan strategi tanpa dirinya. Selama beberapa sesi latihan, ia bahkan tidak masuk dalam skenario utama.

"Situasinya memang membingungkan karena tim sudah berlatih tanpa saya. Saat itu saya hanya mencoba membantu menjaga semangat tim sambil menunggu kepastian," kata dia.

Muncul anggapan bahwa perubahan mendadak tersebut membuat persiapan Amerika Serikat kurang ideal. Banyak pihak menilai kontroversi itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa tim saat menghadapi Belgia.

Namun, Balogun tidak sepakat dengan pandangan tersebut. Dia menegaskan seluruh pemain tetap menunjukkan profesionalisme dan fokus penuh selama persiapan pertandingan.

Baca Juga: PSSI Resmi Umumkan Harga Tiket Timnas Indonesia di Piala ASEAN Hyundai 2026, Mulai Rp 100 Ribu

"Memang pertandingan melawan Belgia sangat sulit. Orang bisa saja menganggap situasi ini memengaruhi konsentrasi kami. Namun dari yang saya lihat di dalam tim, semua pemain tetap fokus dan bekerja sesuai rencana," jelas dia.

Amerika Serikat akhirnya harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 setelah gagal melewati hadangan Belgia di babak 16 besar. Kekalahan itu sekaligus menutup perjalanan skuad asuhan Mauricio Pochettino yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan di fase grup.

Sementara itu, polemik mengenai pencabutan hukuman Balogun masih menjadi salah satu pembahasan terbesar sepanjang turnamen. Keputusan FIFA tersebut memunculkan berbagai reaksi dari pengamat, suporter, hingga organisasi sepak bola Eropa karena dinilai sebagai kebijakan yang tidak lazim.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Hiburan Spektakuler, FIFA Targetkan Jeda Babak Hanya 20 Menit

Di sisi lain, Balogun berharap kontroversi tersebut tidak lagi menjadi fokus utama. Striker berusia 25 tahun itu ingin publik lebih melihat perjuangan tim selama turnamen daripada terus memperdebatkan keputusan yang berada di luar kendali para pemain.

Bagi Balogun, hasil di lapangan tetap menjadi hal yang paling penting. Meski gagal membawa Amerika Serikat melangkah lebih jauh, dia memastikan seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik demi membawa negaranya meraih prestasi di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah