JawaPos.com - Perjalanan sensasional Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Meski kalah dramatis 1-2 dari Inggris pada babak perempat final, pelatih Stale Solbakken tetap bangga dengan pencapaian Erling Haaland dan kawan-kawan yang sukses melaju jauh hingga delapan besar setelah menyingkirkan Brasil.
The Viking tampil mengejutkan sejak fase grup hingga sukses menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar. Langkah mereka akhirnya terhenti di perempat final setelah takluk dari Inggris.
Norwegia sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Namun, Jude Bellingham menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Skor imbang bertahan hingga waktu normal sebelum Bellingham kembali mencetak gol pada babak perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan Inggris 2-1.
Usai pertandingan, Solbakken mengaku tetap bangga meski timnya tersingkir.
"Kami telah bermain di level tertinggi dan margin tidak berpihak kepada kami. Namun, inilah sepak bola. Sekarang kami harus bernapas sejenak," ujar Solbakken, dikutip dari Reuters.
Meski gagal melangkah lebih jauh, kiprah Norwegia meninggalkan kesan positif. Mereka kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998, ketika Solbakken masih berstatus sebagai pemain.
Penampilan Erling Haaland serta dukungan luar biasa dari para suporter menjadi sorotan sepanjang turnamen. Antusiasme masyarakat membuat jersey kandang Norwegia berwarna merah habis terjual, sementara ribuan pendukung memadati stadion maupun ruang-ruang publik untuk memberikan dukungan.
"Saya harap musim panas 2026 ini memberi kebahagiaan bagi semua orang dan kami telah melakukan sesuatu yang baik bersama. Dukungan dari seluruh Norwegia luar biasa dan kami mampu memenuhi ekspektasi. Itu yang membuat saya sangat bangga," katanya.
Baca Juga: Brace Jude Bellingham Samai Rekor Diego Maradona, Bawa Inggris Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Solbakken Enggan Cari Alasan
Pada babak kedua, Norwegia sempat mencetak gol melalui situasi bola mati. Namun, gol tersebut dianulir VAR setelah Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson.
Selain itu, sempat muncul dugaan bola menyentuh kabel kamera sebelum gol kedua Inggris tercipta. Namun, Solbakken menolak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan kekalahan timnya.
"Ada banyak momen dalam pertandingan ini dan hal seperti itu memang terjadi. Kami hanya ingin mendoakan yang terbaik untuk Inggris," ujarnya.
Solbakken juga mengungkapkan kondisi Haaland yang mengalami kelelahan dan cedera ringan pada kaki sehingga harus ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir.
Pada laga tersebut, Haaland gagal mencetak gol. Itu menjadi pertandingan fase gugur Piala Dunia pertama yang dijalani sang striker tanpa mencatatkan gol maupun assist.
"Itu bukan keputusan sulit. Dia sudah kehabisan tenaga, mungkin seharusnya saya menariknya 10 menit lebih awal. Dia juga mengalami benturan di kaki, tetapi dia sudah memberikan segalanya," ujar Solbakken, dikutip dari The Independent.
Baca Juga: Mengukur Jarak Tempuh Kontestan Piala Dunia 2026: Inggris "Keliling Amerika", Prancis Paling "Hemat"