← Beranda
Mengukur Jarak Tempuh Kontestan Piala Dunia 2026: Inggris "Keliling Amerika", Prancis Paling "Hemat"
Rizka Perdana PutraMinggu, 12 Juli 2026 | 18.35 WIB
Timnas Inggris "keliling dunia". (Dok. IG @england) 

JawaPos.com - Format Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara membuat beban perjalanan setiap tim berbeda-beda.

Berdasarkan perhitungan Squawka, hingga babak perempat final Inggris menjadi tim dengan jarak tempuh terjauh, yakni sekitar 20.900 kilometer atau setengah keliling Bumi.

Selain Inggris, Spanyol juga sudah menempuh sekitar 19.630 kilometer dan Swiss 17.540 kilometer. Sementara itu, Prancis menjadi tim dengan perjalanan paling "hemat" di antara delapan perempat finalis, yakni hanya sekitar 3.220 kilometer.

Namun, analisis The Athletic menyebut panjang pendeknya perjalanan tidak hanya ditentukan oleh jadwal pertandingan. Strategi masing-masing tim dalam menentukan base camp juga ikut memengaruhi total jarak yang harus ditempuh.

Baca Juga: Jelang Hadapi Inggris di Piala Dunia 2026, Timnas Norwegia Pindah Hotel Gara-Gara Suara Proyek

Strategi Berbeda, Jarak Berbeda

Inggris sejak awal memilih tetap bermarkas di Kansas City. Setelah laga usai, mereka kembali ke base camp sebelum terbang lagi ke venue berikutnya. Akibatnya, Harry Kane dkk harus bolak-balik ke Dallas, Boston, New York/New Jersey, Atlanta, Mexico City, hingga Miami.

Strategi serupa diterapkan Argentina dan Maroko. Albiceleste tetap kembali ke Kansas City, sedangkan Maroko terus "pulang" ke New Jersey. Bedanya, Argentina lebih diuntungkan karena menjalani laga pembuka dan perempat final di Kansas City. Dua laga lainnya berlangsung di Dallas yang berjarak relatif dekat.

Sebaliknya, Spanyol, Swiss, dan Norwegia memilih meninggalkan base camp setelah fase grup. Ketiganya berpindah mengikuti lokasi pertandingan.

Namun, itu bukan berarti strategi tersebut lebih buruk. Tim tetap mendapat keuntungan lain, yakni memangkas mata perjalanan.

Adapun Belgia dan Prancis relatif lebih diuntungkan karena mayoritas pertandingan mereka berlangsung tidak jauh dari base camp.

Bisa Pertahankan Zona Waktu

Sport scientist berpengalaman asal Inggris, Dr Alan McCall, mencatat Inggris harus menempuh perjalanan sekitar 43 persen lebih jauh karena terus kembali ke base camp, alih-alih berpindah mengikuti lokasi pertandingan.

Meski demikian, rutinitas pemain tetap terjaga.

"Kesegaran adalah mata uang paling berharga di Piala Dunia. Tim yang paling mampu menjaganya akan memiliki peluang terbesar untuk melangkah jauh," tulis McCall dalam analisisnya di The Athletic.

Keuntungan lain adalah pemain tidak perlu terus beradaptasi dengan perubahan zona waktu. Venue Piala Dunia 2026 sendiri tersebar di tiga zona waktu, mulai Pacific hingga Eastern.

"Mempertahankan zona waktu yang sama lebih baik daripada terus berganti-ganti zona waktu," ujar Profesor Shona Halson, salah seorang pakar dunia di bidang tidur dan pemulihan atlet, kepada The Athletic. 

Format Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara membuat beban perjalanan setiap tim berbeda-beda.
Format Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara membuat beban perjalanan setiap tim berbeda-beda.

 

EDITOR: Hendra