JawaPos.com - Harapan Portugal untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah takluk 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar. Kekalahan tersebut bukan hanya menutup perjalanan Selecao, tetapi juga menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo.
Sebelum turnamen dimulai, lini tengah Portugal yang dihuni Bruno Fernandes, Joao Neves, dan Vitinha dipuji sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Banyak yang meyakini kombinasi ketiganya akan menjadi kunci untuk mengeluarkan kemampuan terbaik Ronaldo di lini depan.
Namun kenyataannya justru jauh dari harapan. Portugal gagal memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara. Setelah tersingkir dari turnamen, Ronaldo pun memastikan bahwa edisi kali ini menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia.
"Memang benar, ini adalah Piala Dunia terakhir saya," ujar Ronaldo.
Baca Juga: Maroko Dicukur Prancis 0-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026, Pelatih Akui Kehebatan Les Bleus
"Akan ada waktu untuk memikirkan hal-hal lain, untuk bersama keluarga saya, dan saya ingin tidak mengambil keputusan saat sedang emosi. Hidup terus berjalan."
Usai pertandingan, ia kembali menegaskan kebanggaannya terhadap perjalanan bersama tim nasional.
"Saya telah memenangkan tiga gelar untuk Portugal. Sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan satu gelar pun dalam sejarah. Saya memenangkan Euro 2016, yang bagi saya seperti memenangkan Piala Dunia. Saya pergi dengan hati nurani yang bersih dan setelah memberikan yang terbaik untuk Portugal."
Meski akhirnya mampu memecahkan kebuntuan dengan mencetak gol di fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya, statistik menunjukkan Ronaldo kurang mendapat dukungan dari lini tengah sepanjang turnamen.
Baca Juga: Prancis Melesat ke Semifinal Usai Tekuk Maroko 2-0, Mbappe: Jalan Kami Masih Panjang!
Statistik Trio Gelandang Jadi Sorotan
Data setelah Portugal tersingkir memperlihatkan fakta mengejutkan. Joao Neves dan Vitinha sama sekali tidak menciptakan peluang sepanjang turnamen.
Sementara itu, bersama Bruno Fernandes, ketiganya juga gagal mencatatkan satu assist, padahal Portugal mampu mencetak delapan gol sebelum akhirnya disingkirkan Spanyol.
Minimnya kreativitas tersebut membuat banyak pengamat mempertanyakan efektivitas lini tengah Portugal, terutama dalam menyuplai bola kepada Ronaldo.
Baca Juga: Mbappe dan Dembele Bawa Prancis Tekuk Maroko, Klaim Tiket Semifinal Piala Dunia 2026!
Ronaldo Tidak Dimanfaatkan
Mantan striker Inggris, Wayne Rooney, secara khusus mengkritik keputusan Bruno Fernandes yang dinilai terlalu jarang mengirim bola ke kotak penalti.
Melansir Sport Bible, menurut Rooney, Portugal gagal memanfaatkan salah satu kelebihan terbesar Ronaldo.
"Jika Anda bermain bersama Cristiano Ronaldo, Anda harus memanfaatkannya," kata Rooney.
"Bola itu bisa saja dimasukkan ke dalam kotak penalti dari Bruno Fernandes. Tapi mereka menolak untuk memasukkannya."
"Jika Anda memainkannya, Anda harus memanfaatkannya! Dalam situasi bola mati, dia masih menjadi ancaman besar bagi Portugal!"
"Jangan berikan bola kepadanya 30 yard dari gawang, itu bukan lagi kekuatannya. Berikan bola kepadanya di dalam area penalti di mana dia masih efektif."
Baca Juga: Micah Richards Sebut Para Pengkritik Cristiano Ronaldo Bersikap Munafik
Quaresma Juga Kecewa
Kritik serupa datang dari legenda Portugal, Ricardo Quaresma. Menurutnya, lini tengah Portugal gagal menunjukkan kualitas yang selama ini dibanggakan.
"Di lini tengah, kami memiliki pemain-pemain hebat, banyak talenta, tetapi mereka sangat, sangat lemah di Piala Dunia ini. Serangannya sama saja, dan pertahanannya kacau."
Quaresma juga mempertanyakan kepemimpinan pelatih Roberto Martinez yang dinilai belum mampu mengeluarkan potensi terbaik skuadnya.
"Roberto Martinez tidak pernah memberi saya kepercayaan diri. Kita perlu memainkan pertandingan ini dengan lebih menikmati permainan. Kita tersingkir dari turnamen dengan tim nasional yang oleh semua orang disebut sebagai 'skuad terbaik dalam sejarah'."
Kritik terhadap Portugal sebelumnya juga sempat datang dari Thierry Henry yang menilai Ronaldo menjadi bagian dari masalah. Namun, performa lini tengah yang gagal menciptakan peluang dan minim assist membuat banyak pihak menilai kegagalan Portugal merupakan tanggung jawab kolektif, bukan hanya berada di pundak sang kapten.
Berakhirnya perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 sekaligus menutup karier Ronaldo di panggung terbesar sepak bola dunia. Meski harus mengakhiri kisahnya dengan kekecewaan, warisan yang ia tinggalkan bersama tim nasional Portugal tetap akan dikenang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola.