← Beranda
Hanya Segelintir Manusia! Ini Daftar Pemenang Piala Dunia sebagai Pemain dan Pelatih
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 3 Juli 2026 | 21.32 WIB
Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps sukses sebagai pelatih dan pemain di piala dunia. (FIFA)

 

JawaPos.com - Hanya tiga tokoh dalam sejarah Piala Dunia FIFA yang mampu meraih gelar juara sebagai pemain sekaligus pelatih, yakni Mario Zagallo, Franz Beckenbauer, dan Didier Deschamps. Prestasi langka itu menjadi bukti kemampuan mereka menaklukkan panggung sepak bola terbesar dunia dari dua peran yang sama-sama penuh tekanan.

Menjuarai Piala Dunia bukan sekadar soal memiliki pemain terbaik atau strategi paling cemerlang. Turnamen empat tahunan itu menghadirkan tekanan luar biasa, persaingan sengit, serta ekspektasi tinggi yang hanya mampu ditaklukkan oleh sosok-sosok istimewa.

Sebagian besar legenda sepak bola hanya berhasil mengangkat trofi sebagai pemain atau pelatih. Namun, tiga nama ini berhasil mencatatkan sejarah dengan menaklukkan dunia dari dua sisi berbeda, sebuah pencapaian yang hingga kini masih sangat sulit disamai.

Baca Juga: Bergabung ke AFC Jadi Titik Balik, Australia Tantang Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Mengapa Prestasi Ini Sangat Sulit Diulang?

Meraih gelar Piala Dunia sebagai pemain saja sudah menjadi impian hampir seluruh pesepak bola profesional. Kesempatan itu biasanya hanya datang sekali atau dua kali sepanjang karir karena turnamen digelar setiap empat tahun.

Kesulitan semakin berlipat ketika seseorang beralih menjadi pelatih. Selain harus memahami taktik secara mendalam, seorang pelatih juga wajib mampu membangun mental tim, mengelola ruang ganti, hingga mengambil keputusan krusial di bawah tekanan jutaan pasang mata.

Tak mengherankan jika sepanjang sejarah kompetisi, hanya tiga orang yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebagai pemain sekaligus pelatih. Mereka berasal dari tiga negara besar sepak bola, yakni Brasil, Jerman, dan Prancis.

Baca Juga: Perjalanan Gabriel Martinelli dari Futsal Jadi Supersub Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Didier Deschamps, Kapten Juara yang Mengulang Sejarah dari Pinggir Lapangan

Nama Didier Deschamps menjadi anggota terbaru dalam daftar eksklusif tersebut. Dia pertama kali mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten tim nasional Prancis pada 12 Juli 1998 setelah mengalahkan Brasil dengan skor 3-0 di partai final yang digelar di negaranya sendiri.

Dua dekade kemudian, Deschamps kembali membawa Prancis menjadi juara dunia, kali ini sebagai pelatih. Pada final Piala Dunia 2018 di Moskow, Les Bleus menundukkan Kroasia 4-2 pada 15 Juli 2018 sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil di final edisi 2006.

Kesuksesan itu menegaskan kemampuan Deschamps beradaptasi dalam dua generasi berbeda. Sebagai pemain dia menjadi pemimpin di lapangan, sedangkan sebagai pelatih ia mampu membangun skuad muda yang kemudian menjadi penguasa dunia.

Franz Beckenbauer, Sang Kaisar yang Mengangkat Trofi Dua Kali

Franz Beckenbauer lebih dulu menorehkan sejarah bersama Jerman Barat. Lahir di Munich, dia memimpin generasi emas negaranya menjuarai Piala Dunia 1974 setelah mengalahkan Belanda 2-1 di laga final pada 7 Juli 1974.

Gol penentu kemenangan dicetak Gerd Muller pada menit ke-43. Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Beckenbauer yang juga dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Karir gemilangnya tidak berhenti sebagai pemain. Setelah pensiun dari sepak bola profesional pada 1983, sehari setelah ulang tahunnya yang ke-38, Beckenbauer dipercaya menangani tim nasional Jerman.

Baca Juga: Usai Tinggalkan Persija, Hanif Sjahbandi Resmi Berlabuh ke PSS Sleman dan Siap Hadapi Liga 1 Musim 2026/27

Sebagai pelatih, dia mengantarkan Jerman tampil pada dua final Piala Dunia secara beruntun. Puncaknya terjadi pada Piala Dunia 1990 di Italia ketika Jerman mengalahkan Argentina 1-0 dan kembali menjadi juara dunia.

Prestasi Beckenbauer tidak hanya diukur lewat trofi Piala Dunia. Dia juga pernah memenangi Ballon d'Or edisi 1972 dan 1976 sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Jerman Abad Ini pada 2000.

Mário Zagallo, Pelopor yang Menciptakan Rekor Empat Gelar

Mario Zagallo menjadi sosok pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Bahkan, catatannya jauh lebih impresif karena dia mengoleksi empat gelar juara serta tampil di final Piala Dunia sebanyak lima kali.

Baca Juga: Alasan Striker Timnas Amerika Serikat Folarin Balogun Diganjar Kartu Merah Langsung saat Hadapi Bosnia dan Herzegovina

Gelar pertamanya diraih bersama Brasil pada 29 Juni 1958. Saat berusia 26 tahun, Zagallo mencetak gol terakhir dalam kemenangan 5-2 atas tuan rumah Swedia pada partai final.

Empat tahun kemudian, dia kembali menjadi bagian dari tim Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1962 di Chile. Brasil mengalahkan Cekoslowakia dengan skor 3-1 sehingga Zagallo meraih gelar dunia keduanya sebagai pemain.

Tak lama sebelum Piala Dunia 1966, Zagallo memutuskan pensiun sebagai pemain. Namun, karirnya bersama tim nasional Brasil belum berakhir karena dia kembali sebagai pelatih pada Piala Dunia 1970.

Baca Juga: Tren Sepatu Bola Merah Muda di Piala Dunia 2026: Gaya dan Kepercayaan Diri Pemain

Di bawah kepemimpinannya, Brasil tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Tim Samba menghancurkan Italia 4-1 pada laga final sekaligus menjadi negara pertama yang berhasil meraih tiga gelar juara Piala Dunia.

Catatan Zagallo semakin lengkap ketika kembali bergabung dalam staf kepelatihan Brasil sebagai asisten pada Piala Dunia 1994. Brasil kembali menjadi juara sehingga total dia terlibat langsung dalam empat keberhasilan tim Samba mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Hingga kini, pencapaian Mário Zagallo, Franz Beckenbauer, dan Didier Deschamps masih berdiri sebagai salah satu rekor paling langka dalam sejarah Piala Dunia. Mereka membuktikan kesuksesan tidak hanya ditentukan kemampuan saat bermain, tetapi juga kecerdasan memimpin sebuah tim menuju puncak kejayaan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah