JawaPos.com - Folarin Balogun menjadi sorotan dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara timnas Amerika Serikat dan Bosnia dan Herzegovina. Bukan hanya karena mencetak gol pembuka, tetapi juga karena menerima kartu merah langsung yang memicu perdebatan.
Wasit Raphael Claus menjelaskan, penyerang timnas Amerika Serikat Folarin Balogun diusir dari lapangan karena melakukan pelanggaran serius terhadap bek Bosnia dan Herzegovina Tarik Muharemovic dilaga 32 besar piala dunia.
Sebelum insiden terjadi, Folarin Balogun kembali menunjukkan ketajaman di depan gawang. Memanfaatkan bola liar hasil dua kali pantulan, striker timnas Amerika Serikat itu dengan sigap memutar badan sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di gawang Bosnia yang dijaga Nikola Vasilj.
Baca Juga: Tren Sepatu Bola Merah Muda di Piala Dunia 2026: Gaya dan Kepercayaan Diri Pemain
Gol tersebut menjadi gol ketiganya di Piala Dunia 2026 dan membawa Amerika Serikat unggul di akhir babak pertama. Namun, keadaan berubah drastis beberapa saat kemudian.
Insiden yang Berujung Kartu Merah
Melansir Sports Illustrated, saat berebut bola dengan Muharemović, Balogun berusaha menancapkan kaki kanannya untuk menjaga keseimbangan. Sayangnya, stud sepatunya justru mengenai area tendon Achilles sang bek, bukan mengenai bola atau rumput lapangan.
Wasit Raphael Claus lalu dipanggil untuk meninjau tayangan melalui monitor VAR di tepi lapangan. Setelah melihat rekaman ulang, Claus memutuskan mengubah keputusannya dan memberikan kartu merah langsung kepada Balogun.
Baca Juga: Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps Berterima Kasih atas Persembahan Gol dari Kylian Mbappe
Di hadapan lebih dari 68 ribu penonton di Stadion Levi's, Claus mengumumkan bahwa sang striker dinyatakan melakukan pelanggaran serius.
Apa Itu Pelanggaran Serius?
Mengacu pada Pasal 12 Laws of the Game yang diterbitkan IFAB, pelanggaran serius adalah tekel atau tantangan yang membahayakan keselamatan lawan atau menggunakan kekuatan berlebihan maupun tindakan brutal.
Meski banyak yang menilai Balogun tidak sedang melakukan tekel, melainkan berusaha menjaga keseimbangan, benturan tersebut tetap dianggap membahayakan lawan. Muharemovic bahkan harus mendapatkan perawatan medis setelah insiden tersebut, yang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam keputusan wasit.
Kartu merah Balogun langsung memancing reaksi dari banyak pengamat dan suporter. Sebagian menilai tayangan ulang dalam gerakan lambat membuat pelanggaran terlihat lebih buruk dibanding situasi sebenarnya.
Berdasar pedoman IFAB, tayangan lambat memang sebaiknya digunakan untuk memastikan titik kontak atau fakta kejadian, sementara penilaian mengenai intensitas pelanggaran dianjurkan menggunakan tayangan dengan kecepatan normal. Selain itu, banyak pihak juga mempertanyakan konsistensi penerapan aturan karena menilai insiden serupa pada pertandingan lain tidak selalu berujung kartu merah.
Terlepas dari kontroversi tersebut, keputusan wasit tetap berlaku, dan Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah kehilangan salah satu penyerang andalannya di momen krusial babak gugur Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Lamine Yamal Soal Ketajaman Prancis: Mereka Tidak Lebih Unggul dari Kami!