← Beranda
Julio Enciso Menangis usai Singkirkan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Persembahkan Kemenangan untuk Mendiang Kakek
Andre Rizal HanafiRabu, 1 Juli 2026 | 05.21 WIB
Pemain Paraguay merayakan kemenangan dramatis atas timnas Jerman melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

JawaPos.com - Paraguay menjadi salah satu sorotan terbesar di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan timnas Jerman melalui drama adu penalti. Di balik kemenangan bersejarah itu, ada kisah emosional yang datang dari bintang muda La Albirroja Julio Enciso.

Julio Enciso yang masih berusia 22 tahun itu tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat menjalani wawancara setelah pertandingan lawan timnas Jerman di piala dunia. Air mata mengalir ketika dia mengenang sosok sang kakek yang telah meninggal dunia, seseorang yang memiliki peran besar dalam perjalanan karirnya sebagai pesepak bola Paraguay.

Paraguay memastikan langkah ke babak 16 besar usai mengalahkan timnas Jerman dengan skor 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Hasil itu menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang gelaran Piala Dunia 2026, mengingat Jerman datang sebagai salah satu favorit juara sekaligus pemilik empat gelar Piala Dunia.

Baca Juga: Ironi Piala Dunia 2026: Timnas Belanda Disingkirkan Maroko oleh Tiga Pemain yang Dibesarkan di Negri Kincir Angin

Enciso tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam pertandingan tersebut. Dia membawa Paraguay unggul lebih dulu lewat sundulan pada babak pertama yang membuat kepercayaan diri timnya meningkat.

Jerman kemudian berhasil membalas melalui gol Kai Havertz sehingga pertandingan kembali seimbang. Kedua tim saling menciptakan peluang hingga laga memasuki babak tambahan waktu.

Tim Panser sebenarnya sempat merayakan gol kemenangan ketika Jonathan Tah menjebol gawang Paraguay. Namun setelah ditinjau menggunakan VAR, gol tersebut dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran dalam prosesnya.Keputusan itu membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. 

Baca Juga: Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion

Pada momen krusial tersebut, Paraguay tampil lebih tenang. Tiga penendang Jerman gagal menjalankan tugasnya, sementara Jose Canale sukses menjadi algojo terakhir yang memastikan kemenangan Paraguay dengan skor 4-3.

Usai pertandingan, perhatian publik justru tertuju kepada Enciso. Dalam wawancara di tepi lapangan, mantan pemain Brighton itu tampak berusaha menahan tangis saat ditanya mengenai perasaannya setelah membawa negaranya mencatat kemenangan bersejarah.

Dengan suara bergetar, Enciso mengaku sosok pertama yang terlintas di pikirannya adalah sang kakek. "Hari ini pikiran saya langsung menuju kakek saya. Dulu saya selalu menonton pertandingan Paraguay bersama beliau. Saya mengirimkan ciuman ke langit. Saya yakin beliau bangga kepada saya," ucap Enciso.

Pernyataan tersebut langsung menyentuh hati banyak pencinta sepak bola. Momen emosional itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan mendapat banyak dukungan dari penggemar maupun sesama pemain.

Enciso juga menyebut kemenangan atas Jerman sebagai hari terbaik dalam hidupnya. Menurut dia, kesempatan membawa Paraguay melaju ke babak berikutnya merupakan karunia yang sangat besar.

Bagi Paraguay, kemenangan ini memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar lolos ke babak 16 besar. Tim yang menempati peringkat ke-41 dunia sebelum turnamen dimulai mampu membuktikan bahwa mereka sanggup bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Inggris vs RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026: Noni Madueke Siap Beri yang Terbaik

Perjalanan Paraguay di Piala Dunia 2026 pun semakin mendapat perhatian. Penampilan disiplin sepanjang pertandingan menjadi kunci keberhasilan mereka meredam permainan Jerman yang lebih diunggulkan di atas kertas.

Sementara itu, Enciso kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu talenta terbaik yang dimiliki Paraguay. Sejak mencuri perhatian bersama Brighton beberapa tahun lalu, perkembangan permainannya terus meningkat hingga kini menjadi sosok penting di tim nasional.

Gol yang dicetaknya ke gawang Jerman menambah daftar kontribusi pentingnya bersama La Albirroja. Namun, bagi Enciso, kemenangan kali ini bukan hanya soal statistik atau tiket menuju babak berikutnya.

Baca Juga: Yan Diomande Buka Suara soal Transfer meski Ditahan RB Leipzig: Saya Berharap untuk Pergi

Dia memilih menjadikan momen tersebut sebagai penghormatan kepada sang kakek yang telah mengenalkannya pada sepak bola sejak kecil. Kenangan sederhana menonton pertandingan bersama keluarga kini berubah menjadi kisah indah ketika dirinya berhasil membawa Paraguay mengukir sejarah di panggung terbesar sepak bola dunia.

Di tengah pesta kemenangan dan selebrasi para pemain Paraguay, air mata Enciso menjadi gambaran bahwa sepak bola bukan hanya tentang hasil akhir. Ada cerita keluarga, pengorbanan, dan kenangan yang ikut mengiringi setiap langkah seorang pemain menuju pencapaian terbesar dalam karirnya.

Kini Paraguay bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar. Dengan semangat yang tengah membara dan kepercayaan diri setelah menyingkirkan Jerman, La Albirroja bertekad melanjutkan kejutan mereka di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Arema FC dan Etams Perkenalkan Empat Jersey Latihan Baru, Motif Teratai Jadi Simbol Semangat Singo Edan

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah