← Beranda
Caner Erkin Ungkap Momen Canggung Bersama Arda Turan, Sempat Jaga Jarak Demi Wibawa Sang Pelatih
Andre Rizal HanafiSenin, 29 Juni 2026 | 14.22 WIB
Mantan bek Timnas Turki Caner Erkin. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Hubungan pertemanan yang sudah terjalin belasan tahun bisa berubah canggung ketika salah satunya berstatus sebagai pelatih. Situasi itulah yang dialami mantan bek Timnas Turki Caner Erkin saat kembali bekerja sama dengan Arda Turan.

Dalam wawancara bersama Kafa Sports, Caner Erkin menceritakan bagaimana dirinya sempat kesulitan beradaptasi setelah Arda Turan resmi menjadi pelatih timnas Turki. Keduanya bukan sekadar rekan satu tim, tetapi sudah berteman sejak usia remaja.

Caner Erkin mengaku kebiasaannya memanggil pelatih timnas Turki Arda Turan dengan nama depan yang membuatnya beberapa kali hampir lupa bahwa kini mereka memiliki hubungan profesional sebagai pemain dan pelatih.

Baca Juga: Richard Rios Jadi Cadangan di Piala Dunia 2026, Bintang Benfica Belum Mampu Menembus Tim Inti Kolombia

"Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana. Kami berteman selama 15-16 tahun. Kadang saat latihan aku ingin bilang, 'Eh Arda,' seperti biasanya," ujar Caner.

Menurut dia, rasa canggung itu muncul karena ia tidak ingin merusak kewibawaan Arda di depan pemain lain. Dia khawatir jika tetap bersikap terlalu santai, otoritas sang pelatih bisa berkurang.

Karena alasan tersebut, Caner memilih menjaga jarak. Selama kurang lebih 15 hingga 20 hari pertama, dia mengaku bersikap sangat dingin kepada Arda, meski sebenarnya tidak ada masalah pribadi di antara mereka.

Baca Juga: The Guardian Kritik Format Baru ACL Elite, Dinilai Masih Sisakan Ketimpangan Kompetisi Klub Asia

Sikap itu ternyata langsung disadari oleh Arda Turan. Melihat sahabatnya berubah, Arda akhirnya mengajak Caner berbicara secara langsung.

"'Anakku, kamu kenapa? Kenapa dingin sekali?' begitu dia bertanya," kenang Caner.

Dalam percakapan tersebut, Caner akhirnya menjelaskan alasan di balik perubahan sikapnya. Dia hanya ingin memastikan posisi Arda sebagai pelatih tetap dihormati seluruh pemain.

Namun, setelah saling berbicara, keduanya sepakat kembali menjalin hubungan seperti biasanya. Caner merasa tidak perlu lagi menjaga jarak secara berlebihan karena komunikasi yang terbuka justru membuat situasi menjadi lebih nyaman.

"Setelah obrolan itu, aku bilang, mulai sekarang aku akan jadi Caner yang biasa saja," tutur dia.

Kisah ini memperlihatkan bahwa perubahan peran di dunia sepak bola tidak selalu mudah dijalani, terlebih ketika melibatkan hubungan persahabatan yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Meski sempat canggung, komunikasi yang baik menjadi kunci sehingga hubungan Caner Erkin dan Arda Turan tetap berjalan harmonis.

Baca Juga: Victor Dethan Resmi Gabung Persija, Siap Bekerja Keras dan Antar Macan Kemayoran Kembali Juara

Pengalaman tersebut juga menjadi gambaran bahwa profesionalisme tidak harus menghilangkan kedekatan, selama kedua belah pihak saling memahami batas dan tanggung jawab masing-masing.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah