← Beranda
RD Kongo vs Uzbekistan: Sadiki dan Masuaku Pimpin Les Leopards Kejar Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Banu AdikaraSabtu, 27 Juni 2026 | 13.47 WIB
Pemain DR Kongo, Noah Sadiki. (Sunderland)

 

JawaPos.com Tim nasional Republik Demokratik Kongo akan menjalani laga hidup-mati menghadapi Uzbekistan pada pertandingan terakhir Grup K Piala Dunia 2026. Bagi Les Léopards, kemenangan bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga kesempatan mengukir sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak tampil sebagai Zaire di Piala Dunia 1974.

Perhatian tertuju kepada dua sosok yang mewakili dua generasi berbeda: gelandang muda Noah Sadiki dan bek senior Arthur Masuaku.

Sadiki, 21 tahun, menjadi simbol regenerasi sepak bola Kongo. Sementara Masuaku, yang telah lama menjadi andalan di lini belakang, membawa pengalaman internasional yang diharapkan mampu menjaga ketenangan tim dalam laga penentuan.

Baca Juga: Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Nasib The Lions of Teranga Masih Menggantung, Diarra Jadi Harapan!

Peluang DR Kongo Masih Terbuka

Meski baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan, peluang DR Kongo belum tertutup.

Hasil imbang 1-1 melawan Portugal pada laga pembuka menjadi modal berharga sebelum mereka kalah tipis 0-1 dari Kolombia pada pertandingan kedua. Sebaliknya, Uzbekistan datang dengan dua kekalahan beruntun setelah tumbang 1-3 dari Kolombia dan dihajar Portugal 0-5.

Dengan kondisi tersebut, Grup K masih menyisakan persaingan untuk memperebutkan satu tiket otomatis dan peluang lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.

Secara matematis, skenario RD Kongo cukup jelas. Mereka wajib mengalahkan Uzbekistan.

Di pihak lain, jika Portugal kalah dari Kolombia dan DR Kongo menang, kedua tim sama-sama berpeluang finis dengan empat poin sehingga penentuan posisi akan bergantung pada selisih gol dan kriteria tie-break lainnya.

Bahkan apabila gagal merebut posisi runner-up, kemenangan atas Uzbekistan akan membawa DR Kongo mengoleksi empat poin, jumlah yang berpotensi cukup untuk masuk daftar delapan peringkat ketiga terbaik.

Baca Juga: Gestur Menutup Mulut dan Pistol ke Kepala, Pesan Kuat dari Suporter Kongo di Piala Dunia 2026

Noah Sadiki, Mesin Baru di Lini Tengah

Di usianya yang masih sangat muda, Noah Sadiki sudah menjadi salah satu pemain paling dipercaya pelatih Sébastien Desabre.

Gelandang Sunderland tersebut tampil sebagai penghubung permainan sekaligus motor pressing ketika DR Kongo menahan Portugal. Penampilannya membantu tim Afrika itu meraih poin pertama sepanjang sejarah mereka di putaran final Piala Dunia.

Sebelum turnamen dimulai, Sadiki mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari generasi yang mengembalikan DR Kongo ke panggung sepak bola terbesar dunia.

"Menjadi bagian dari tim ini dan bermain untuk pertama kalinya di Piala Dunia dalam 53 tahun adalah hal yang sangat berarti," katanya, dikutip dari laman resmi Sunderland, klub tempat ia bernaung.

Baginya, tampil di Piala Dunia bersama negaranya merupakan pencapaian yang sangat berarti setelah lebih dari lima dekade DR Kongo absen dari turnamen tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi: Misi Debutan Cetak Sejarah, Green Falcons Wajib Menang di Piala Dunia 2026

Arthur Masuaku, Pemimpin di Belakang

Jika Sadiki melambangkan masa depan, Arthur Masuaku adalah wajah pengalaman.

Bek kiri berusia 32 tahun itu menjadi pemimpin lini belakang yang membantu menjaga organisasi pertahanan saat menghadapi Portugal maupun Kolombia. Bersama Sadiki, Masuaku turut mengantar RD Kongo mencatat hasil bersejarah berupa poin pertama mereka di Piala Dunia.

Saat menghadapi Kolombia, pertahanan RD Kongo sebenarnya tampil disiplin. Meski Kolombia mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang, mereka baru mampu mencetak gol kemenangan pada babak kedua.

Penampilan gemilang penjaga gawang Lionel Mpasi membuat skor tetap ketat hingga menit-menit akhir.

Bek RD Kongo, Arthur Masuaku. (Sunderland)
Bek RD Kongo, Arthur Masuaku. (Sunderland)

 

Baca Juga: 4 Sistem Penentu Tim Peringkat Ketiga Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026

Tetap Tegakkan Kepala

Pelatih Sébastien Desabre menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekalahan tipis dari Kolombia.

"Kami harus menerima kekalahan (dari Kolombia). Tetap tegakkan kepala, dan kembali bertarung di lapangan. Laga melawan Uzbekistan pasti sulit karena mereka punya pertahanan bagus. Tapi kami akan berikan segalanya di laga melawan mereka," katanya.

Desabre menilai Uzbekistan memiliki organisasi pertahanan yang baik sehingga pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Namun ia memastikan anak asuhnya akan mengerahkan seluruh kemampuan demi menjaga mimpi lolos ke babak 32 besar.

Misi Menghapus Bayang-Bayang 1974

Lebih dari sekadar perebutan tiket ke babak gugur, laga melawan Uzbekistan juga menjadi kesempatan bagi RD Kongo untuk menghapus bayang-bayang sejarah.

Terakhir kali tampil di Piala Dunia, saat masih bernama Zaire pada 1974, mereka pulang tanpa poin dan kebobolan 14 gol dalam tiga pertandingan. Kini, setelah 52 tahun menunggu, generasi baru yang dipimpin Noah Sadiki dan Arthur Masuaku memiliki kesempatan mengubah narasi tersebut.

Apabila berhasil menaklukkan Uzbekistan, RD Kongo bukan hanya menjaga peluang lolos ke babak 32 besar, tetapi juga membuktikan bahwa kebangkitan mereka di panggung dunia bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah kenyataan yang tengah dibangun oleh perpaduan pengalaman dan darah muda.

EDITOR: Banu Adikara