JawaPos.com - Timnas Senegal dan Irak akan menjalani laga hidup-mati pada pertandingan terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Duel yang berlangsung di Toronto Stadium, Sabtu (27/6) pukul 02.00 WIB tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi kedua tim untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Baik timnas Senegal maupun Irak sama-sama belum mengoleksi poin setelah menelan dua kekalahan beruntun pada fase grup piala dunia. Situasi tersebut membuat kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim jika ingin tetap bertahan di turnamen paling bergengsi dunia tersebut.
Di atas kertas, timnas Senegal memiliki modal yang lebih baik dibanding Irak. Meski kalah dari Prancis dan Norwegia, wakil Afrika itu masih mampu menunjukkan kualitas permainan menyerang di laga grup piala dunia.
Baca Juga: Salah Sasaran! Dukun Ghana Klaim Ritual untuk Lawan Malah Mengenai Timnas Turki
Dalam dua pertandingan, Senegal berhasil mencetak tiga gol, sebuah catatan yang menunjukkan lini depan mereka tetap berbahaya ketika mendapatkan ruang. Sebaliknya, Irak menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.
Selain belum meraih poin, mereka juga baru mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali. Produktivitas yang rendah ditambah pertahanan yang rapuh menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Graham Arnold menjelang laga penentuan ini.
Senegal diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Edouard Mendy berada di bawah mistar gawang. Di lini belakang, Kalidou Koulibaly akan menjadi pemimpin pertahanan bersama Moussa Niakhate, sementara Ismaila Sarr, Sadio Mane, dan Nicolas Jackson dipercaya mengisi lini serang.
Baca Juga: Prediksi Babak Gugur Piala Dunia 2026: 3 Alasan Bosnia Bisa Menyulitkan Timnas Aerika Serikat
Pengalaman para pemain Senegal di level internasional menjadi salah satu keunggulan utama. Kehadiran Sadio Mane sebagai pemain senior diharapkan mampu menjaga mental rekan-rekannya dalam pertandingan yang penuh tekanan.
Selain itu, kecepatan Ismaila Sarr serta kemampuan Nicolas Jackson dalam mencari ruang berpotensi merepotkan lini belakang Irak. Di sektor tengah, Lamine Camara, Idrissa Gueye, dan Pape Matar Sarr akan menjadi motor permainan Senegal.
Kombinasi ketiganya dinilai cukup seimbang dalam membantu pertahanan sekaligus membangun serangan dengan tempo cepat. Meski demikian, Senegal tetap memiliki kelemahan yang harus diperbaiki.
Dalam dua laga sebelumnya, mereka sudah kebobolan enam gol. Organisasi pertahanan yang belum konsisten membuat mereka beberapa kali kehilangan fokus saat menghadapi tekanan lawan.
Irak datang ke pertandingan ini dengan membawa misi mencatat kemenangan pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Setelah gagal meraih kemenangan pada edisi 1986, kesempatan di Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Harapan terbesar Irak masih berada di pundak Aymen Hussein. Penyerang berpengalaman tersebut menjadi satu-satunya pencetak gol Irak di turnamen ini dan kembali diandalkan untuk membongkar pertahanan Senegal.
Baca Juga: Yuto Nagatomo Tulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026, Bukti Dedikasi 16 Tahun untuk Jepang
Selain Hussein, Irak juga memiliki sejumlah pemain yang cukup berpengalaman seperti Zidane Iqbal, Amir Al-Ammari, Ibrahim Bayesh, hingga Ali Al-Hamadi. Namun, performa lini tengah mereka sejauh ini belum mampu mengimbangi kualitas lawan-lawan yang dihadapi.
Masalah terbesar Irak terlihat saat bertahan. Mereka terlalu mudah kehilangan konsentrasi ketika menghadapi serangan cepat. Situasi tersebut membuat Norwegia maupun Prancis mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan.
Jika ingin meraih hasil positif, Irak wajib tampil lebih disiplin dan mengurangi kesalahan sendiri. Mereka juga harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang tercipta karena kesempatan mencetak gol kemungkinan tidak akan datang terlalu banyak.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Spanyol vs Uruguay: Aymeric Laporte Targetkan Kemenangan
Secara statistik, kedua tim belum pernah bertemu dalam pertandingan kompetitif sebelumnya. Hal itu membuat duel ini menjadi pertemuan perdana yang dipastikan berlangsung menarik karena kedua negara sama-sama memiliki kepentingan besar untuk mengakhiri fase grup dengan hasil positif.
Melihat performa lima pertandingan terakhir, Senegal masih tampil lebih meyakinkan meski hasilnya belum maksimal. Mereka sempat bermain imbang melawan Arab Saudi dan meraih kemenangan atas Gambia sebelum tampil di Piala Dunia. Sementara Irak hanya mencatat satu kemenangan dalam lima laga terakhir, yakni saat mengalahkan Andorra pada laga uji coba.
Kualitas individu, pengalaman bertanding di level tertinggi, serta kedalaman skuad menjadi faktor yang membuat Senegal lebih difavoritkan. Apabila mampu memperbaiki koordinasi pertahanan, Singa Teranga berpeluang menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal.
Baca Juga: Curacao Akhiri Perjalanan di Piala Dunia 2026, Tangis Haru Warnai Debut Bersejarah Mereka
Irak dipastikan tidak akan menyerah begitu saja. Mereka diprediksi bermain lebih bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Strategi tersebut bisa menjadi ancaman apabila Senegal terlalu fokus menyerang dan meninggalkan ruang di lini belakang.
Laga ini diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi karena kedua tim membutuhkan kemenangan. Senegal diprediksi akan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Irak berusaha memanfaatkan efektivitas serangan balik.
Melihat materi pemain, performa sepanjang turnamen, serta produktivitas lini depan, Senegal memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiga poin. Jika mampu tampil efektif di depan gawang, wakil Afrika tersebut diprediksi mampu mengakhiri fase grup dengan kemenangan. Prediksi skor akhir: Senegal 2-0 Irak.