← Beranda
Curacao Akhiri Perjalanan di Piala Dunia 2026, Tangis Haru Warnai Debut Bersejarah Mereka
Andre Rizal HanafiJumat, 26 Juni 2026 | 23.20 WIB
Timnas Curacao naik bus sekolah berwarna biru tua. (@trtspor/X)

 

JawaPos.com - Perjalanan Curacao di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah mereka gagal melaju dari fase grup. Meski harus mengakhiri langkah lebih cepat, para pemain Curacao meninggalkan kesan mendalam lewat semangat juang yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen.

Sesaat setelah kepastian tersingkir, para pemain tidak langsung meninggalkan lapangan. Mereka memilih tetap berdiri di tengah lapangan, menikmati momen terakhir sebagai peserta Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah negara mereka. 

Suasana emosional pun tak terhindarkan. Beberapa pemain terlihat menitikkan air mata sambil saling berpelukan, menyadari bahwa perjalanan yang mereka impikan sejak lama akhirnya mencapai garis akhir.

Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Belanda 2026: Melempem! Veda Ega Finis Urutan 20

Bagi Curacao, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal hasil akhir. Turnamen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola nasional mereka. 

Untuk pertama kalinya, negara kepulauan di kawasan Karibia itu berhasil tampil di panggung sepak bola terbesar dunia dan bersaing dengan sejumlah tim kuat. Di fase grup, Curacao menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah. Mereka membuka perjalanan dengan pertandingan melawan Jerman. 

Meski belum mampu meraih kemenangan, Curacao berhasil mencetak gol perdana mereka di ajang Piala Dunia. Catatan tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi sepak bola negara tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Tampil Buruk Lawan Afrika Selatan,Tiket Lolos babak 32 Besar Tergantung Jepang vs Swedia

Pada laga berikutnya menghadapi Ekuador, Curacao kembali menunjukkan perkembangan. Mereka berhasil mengamankan satu poin, yang sekaligus menjadi poin pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Hasil itu semakin meningkatkan kepercayaan diri tim meski peluang lolos masih berat.

Sementara pada pertandingan terakhir melawan Pantai Gading, Curacao kembali memperlihatkan semangat pantang menyerah. Mereka terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan, meski hasil pertandingan belum berpihak kepada mereka.

Walaupun gagal melangkah ke babak gugur, Curacao justru mendapatkan banyak apresiasi dari pecinta sepak bola. Banyak yang menilai mereka tampil tanpa rasa takut dan mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim yang lebih berpengalaman. 

Semangat, kerja keras, dan rasa bangga mengenakan seragam nasional menjadi nilai yang lebih besar daripada sekadar hasil di papan skor. Debut Curacao di Piala Dunia juga menjadi bukti bahwa negara dengan populasi kecil tetap mampu bersaing di level tertinggi jika memiliki perencanaan dan kerja keras yang konsisten. 

Pengalaman berharga ini diperkirakan akan menjadi modal penting bagi generasi berikutnya untuk terus mengembangkan sepak bola Curacao. Meski perjalanan mereka telah usai, Curacao meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak. 

Mereka mungkin pulang lebih awal, tetapi kisah perjuangan dan momen emosional yang mereka tunjukkan akan terus dikenang sebagai salah satu cerita paling menyentuh dalam turnamen kali ini.

Baca Juga: Jurgen Klopp Hindari Kontroversi, Akhiri Wawancara usai Bahas Komentar Schweinsteiger tentang Negara Afrika

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah