JawaPos.com - Perdebatan menarik terjadi di media sosial setelah gelandang timnas Irak Zidane Iqbal membela rekan setimnya Zayd Tahsin. Dia menjadi sasaran sindiran seorang penggemar.
Insiden tersebut langsung menarik perhatian banyak pendukung sepak bola Irak dan menjadi bahan pembicaraan di berbagai platform. Kejadian bermula ketika seorang penggemar Irak mengunggah foto bersama Zayd Tahsin yang diambil sebelum pertandingan melawan Prancis.
Dalam unggahan tersebut, dia menuliskan komentar bernada sarkastik yang menyebut Zayd sebagai pemain Irak terbaik di dunia sekaligus pemain pertama yang menciptakan gol untuk Kylian Mbappe dan Erling Haaland dalam satu minggu. Kalimat tersebut merujuk pada penampilan Zayd Tahsin yang dianggap kurang beruntung dalam beberapa pertandingan terakhir.
Baca Juga: Setelah Absen Semusim, Yardan Yafi Optimistis Kembali Bersinar Bersama Persita Tangerang
Meski ditulis dengan gaya bercanda, unggahan itu memicu reaksi dari banyak warganet, termasuk dari pemain Irak Zidane Iqbal. Pemain yang pernah memperkuat Manchester United itu mempertanyakan sikap sang penggemar. Menurut Zidane, tindakan meminta foto bersama seorang pemain lalu mengunggah komentar yang terkesan mengejek merupakan hal yang tidak tepat.
"Jadi kamu minta foto bareng pemain, lalu mengejeknya di Instagram?" tulis Zidane dalam balasannya.
Komentar tersebut segera mendapat respons dari pemilik akun. Dia menjelaskan bahwa dirinya mencintai seluruh pemain tim nasional Irak dan tidak memiliki niat buruk terhadap Zayd Tahsin.
Baca Juga: Real Madrid Aktifkan Klausul Nico Paz, Como Diberi Batas Waktu untuk Ambil Keputusan
Menurut dia, unggahan itu hanya sebuah candaan dan bagian dari kritik yang biasa diterima pesepak bola profesional. Namun, Zidane Iqbal tidak sepakat dengan alasan tersebut. Ia menegaskan bahwa ada perbedaan besar antara kritik yang membangun dan ejekan yang ditujukan kepada pemain.
Dalam balasan berikutnya, Zidane menyebut bahwa saat seorang pemain sedang menghadapi masa sulit, yang dibutuhkan adalah dukungan dari para penggemar. Dia juga menyinggung budaya media sosial yang terkadang lebih mengutamakan jumlah like dan interaksi dibandingkan empati terhadap orang lain.
Pernyataan Zidane mendapat banyak dukungan dari sesama penggemar Irak. Banyak yang menilai sikap sang gelandang menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap rekan setimnya. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa pemain profesional harus siap menerima kritik dari publik.
Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, perdebatan ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga batas antara kritik dan ejekan dalam dunia sepak bola. Dukungan dari suporter sering kali menjadi faktor penting bagi pemain yang sedang berusaha bangkit dari performa yang kurang maksimal.
Sementara itu, respons Zidane Iqbal menunjukkan bahwa solidaritas di dalam tim tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga ketika para pemain saling melindungi di luar pertandingan.