← Beranda
Strategi Unik Curacao di Piala Dunia: Keluarga dan Pasangan Jadi Bagian dari Perjuangan Tim
Andre Rizal HanafiRabu, 24 Juni 2026 | 14.27 WIB
Timnas Curacao naik bus sekolah berwarna biru tua. (@trtspor/X)

 

JawaPos.com - Piala Dunia identik dengan aturan ketat, jadwal padat, dan fokus penuh terhadap pertandingan. Banyak tim nasional memilih mengisolasi para pemain selama turnamen berlangsung agar konsentrasi mereka tidak terganggu. Namun, Curacao mengambil jalan berbeda pada Piala Dunia 2026.

Negara Karibia tersebut menjadi satu-satunya peserta yang mengizinkan para pemain tinggal bersama pasangan dan berinteraksi secara rutin dengan keluarga selama kompetisi berlangsung. Bahkan, federasi sepak bola Curacao turut membiayai perjalanan keluarga pemain agar dapat mendampingi skuad sepanjang turnamen piala dunia.

Kebijakan ini menarik perhatian karena berbeda dari pendekatan yang umum diterapkan banyak tim nasional di level tertinggi sepak bola dunia. Di saat sebagian besar negara membatasi akses keluarga demi menjaga fokus pemain, Curacao justru percaya bahwa kehadiran orang-orang terdekat dapat memberikan dampak positif terhadap performa di lapangan.

Baca Juga: Kisah Stale Solbakken Bangkit dari Kematian hingga Bawa Timnas Norwegia Bersinar di Piala Dunia 2026

Dokter timnas Curacao Suzanne Huurman menjelaskan, para pemain diperbolehkan berbagi kamar dengan pasangan mereka. Jika pemain memiliki anak, keluarga akan mendapatkan kamar tambahan agar tetap bisa tinggal bersama selama turnamen.

“Para pemain bisa berbagi kamar dengan pasangannya dan, ketika ada anak-anak, keluarga mendapatkan kamar tambahan. Ini cukup unik dalam sepak bola internasional,” ujar dia.

Menurut Huurman, keputusan tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari budaya masyarakat Curacao yang sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Kehangatan, kebersamaan, dan hubungan keluarga yang erat menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di negara kepulauan tersebut.

Baca Juga: Jurgen Klopp Soroti Kegagalan Timnas Turki di Piala Dunia 2026, Sebut Tekanan Jadi Faktor Utama

Pendekatan ini juga didasari perhatian terhadap kesehatan mental para pemain. Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, tekanan yang dirasakan atlet sering kali sangat tinggi.

Ekspektasi publik, sorotan media, hingga tuntutan untuk tampil maksimal dapat memengaruhi kondisi psikologis pemain. Dengan kehadiran keluarga di sekitar mereka, para pemain diharapkan memiliki ruang yang lebih nyaman untuk melepas tekanan setelah pertandingan maupun sesi latihan.

Dukungan emosional dari pasangan dan anak-anak dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan mental selama menjalani kompetisi yang berlangsung dalam waktu cukup panjang. Langkah Curacao menunjukkan bahwa persiapan menuju kesuksesan tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama.

Di tengah atmosfer kompetitif Piala Dunia, mereka memilih menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari perjalanan tim. Apakah pendekatan ini akan berdampak positif terhadap performa di lapangan masih harus dibuktikan.

Namun satu hal yang pasti, Curacao menghadirkan warna berbeda di Piala Dunia 2026 dengan menempatkan kesehatan mental dan kebersamaan keluarga sebagai prioritas utama.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah