JawaPos.com - Timnas Prancis akan menghadapi Irak pada pertandingan kedua Grup I Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Selasa (23/6) dini hari WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Les Bleus untuk semakin mendekatkan diri ke babak 16 besar, sementara Irak berupaya menjaga peluang mereka tetap hidup setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan pertama.
Timnas Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Senegal. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa skuad asuhan Didier Deschamps masih menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara piala dunia.
Kombinasi pemain berpengalaman dan generasi muda membuat permainan timnas Prancis terlihat seimbang di semua lini. Sorotan utama kembali mengarah kepada Kylian Mbappe. Penyerang yang menjadi andalan lini depan Prancis itu tampil tajam pada laga pembuka dan terus menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
Baca Juga: Lamine Yamal Is Back! Spanyol Kembali ke Jalur Juara, Hajar Arab Saudi 4-0
Kecepatan, kemampuan mencetak gol, dan pergerakan tanpa bola yang dimilikinya menjadi ancaman serius bagi setiap lawan. Tidak hanya Mbappe, Prancis juga memiliki banyak opsi berbahaya di lini serang.
Ousmane Dembele dan Bradley Barcola mampu memberikan variasi serangan dari sisi sayap. Sementara lini tengah yang dihuni Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot, dan N'Golo Kante memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kekuatan bertahan.
Di sektor pertahanan, Prancis masih mengandalkan duet Dayot Upamecano dan William Saliba. Keduanya tampil cukup solid dalam beberapa pertandingan terakhir meskipun Les Bleus belum mampu mencatatkan clean sheet dalam sejumlah laga terakhir.
Baca Juga: Prediksi Timnas Argentina vs Austria: Messi Berburu Kemenangan Kedua, Austria siap Beri Kejutan
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki jika mereka ingin melangkah jauh di turnamen ini.
Sementara itu, Irak datang ke pertandingan ini dengan tekanan yang jauh lebih besar. Kekalahan 1-4 dari Norwegia pada laga pertama membuat posisi mereka di klasemen sementara Grup I menjadi kurang menguntungkan.
Jika kembali gagal meraih poin, peluang Irak untuk lolos ke fase gugur akan semakin berat.
Meski kalah telak, Irak sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan yang cukup baik pada pertandingan pembuka.
Mereka bahkan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Aymen Hussein sebelum akhirnya kehilangan konsentrasi dan kebobolan beberapa gol di fase akhir pertandingan. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa Irak masih memiliki potensi untuk memberikan kejutan.
Tim asuhan Graham Arnold tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki sejumlah pemain yang mampu menciptakan peluang berbahaya, terutama melalui serangan balik cepat dan situasi bola mati.
Aymen Hussein diperkirakan kembali menjadi tumpuan utama di lini depan. Striker berpengalaman itu dikenal memiliki kemampuan duel udara yang baik serta insting mencetak gol yang cukup tajam.
Baca Juga: Siapkan Pengganti Elliot Anderson, Nottingham Forest Incar Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur
Selain Hussein, Irak juga berharap kepada kreativitas Ali Jasim dan kemampuan gelandang muda mereka dalam mengatur ritme permainan.
Meski demikian, perbedaan kualitas antara kedua tim masih terlihat cukup jauh. Dari segi pengalaman bermain di level tertinggi, kedalaman skuad, hingga kualitas individu, Prancis unggul hampir di semua aspek.
Faktor tersebut membuat banyak pengamat menempatkan Les Bleus sebagai favorit kuat untuk memenangkan pertandingan. Secara taktik, Prancis kemungkinan akan mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.
Baca Juga: 5 Negara yang Bisa Dipilih Putra Cristiano Ronaldo untuk Timnas, Salah Satunya Tanjung Verde
Mereka diprediksi menguasai penguasaan bola dan berusaha menekan pertahanan Irak melalui kombinasi umpan cepat serta eksploitasi ruang di sisi lapangan. Kecepatan Mbappe dan Dembele berpotensi menjadi senjata utama untuk membongkar lini belakang lawan.
Di sisi lain, Irak diperkirakan akan bermain lebih berhati-hati. Menumpuk pemain di area pertahanan dan mengandalkan serangan balik menjadi pendekatan yang paling realistis untuk menghadapi tim sekelas Prancis.
Strategi tersebut mungkin mampu menahan tekanan dalam periode tertentu, tetapi konsistensi selama 90 menit akan menjadi tantangan besar. Melihat performa kedua tim dalam beberapa pertandingan terakhir, Prancis memiliki modal yang jauh lebih meyakinkan.
Mereka berhasil meraih empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan atas Brasil dan Kolombia dalam laga internasional sebelumnya. Sementara Irak hanya mencatatkan dua kemenangan dalam lima pertandingan terakhir dan sempat mengalami kekalahan dari Venezuela serta Norwegia.
Laga ini juga punya arti penting bagi Prancis untuk mengamankan posisi puncak klasemen Grup I. Tiga poin akan membuat mereka berada dalam posisi yang sangat nyaman menjelang pertandingan terakhir fase grup. Sebaliknya, Irak membutuhkan setidaknya satu poin agar peluang mereka tetap terbuka.
Jika mampu bermain sesuai kualitas yang dimiliki, Prancis seharusnya tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan Irak. Namun sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan tak terduga, dan Irak tentu berharap bisa menciptakan kejutan terbesar mereka di turnamen ini.
Dengan kualitas skuad yang lebih lengkap, kedalaman pemain yang mumpuni, serta performa yang sedang menanjak, Prancis layak diunggulkan untuk meraih kemenangan. Irak diperkirakan mampu memberikan perlawanan pada beberapa momen, tetapi Les Bleus memiliki cukup amunisi untuk mengendalikan jalannya pertandingan hingga peluit akhir. Prediksi skor akhir: Prancis 3-0 Irak.
Baca Juga: Jude Bellingham Minta Saran Carlo Ancelotti demi Mempertahankan Posisi di Timnas Inggris