JawaPos.com - Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menyampaikan kritik terhadap kondisi lapangan MetLife Stadium yang digunakaan Prancis saat menang 3-1 atas Senegal pada Rabu (17/6). Dalam konferensi pers jelang pertandingan kedua Grup I melawan Irak di Philadelphia, Deschamps menanggapi kemungkinan hujan deras yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan dan menyambut baik kondisi tersebut.
“Kami sudah bermain dalam cuaca panas (di MetLife), jadi jika ada hujan (di Philadelphia), itu bagus karena rumput akan lebih cepat dan kualitasnya akan jauh lebih baik dibandingkan yang di New York,” ujar pelatih timnas Prancis Didier Deschamps dikutip dari The Athletic.
Sang pelatih menilai kondisi lapangan saat menghadapi Senegal cukup berat bagi para pemain. “Lapangan di New York benar-benar keras, sangat menguras otot para pemain,” tambah Didier Deschamps.
Baca Juga: Jude Bellingham Minta Saran Carlo Ancelotti demi Mempertahankan Posisi di Timnas Inggris
Komentar itu lebih tegas dibandingkan pernyataan Deschamps sebelumnya yang sempat menyebut permukaan lapangan sebagai permukaan yang spesial dan berbeda. Gelandang Prancis Adrien Rabiot bahkan menyampaikan kritik yang lebih terbuka. Rabiot menilai lapangan itu terasa seperti lapangan sintetis.
“Rasanya lebih seperti lapangan buatan… keras dan kaku,” ungkap dia.
Keluhan terkait kualitas lapangan MetLife Stadium tidak hanya datang dari kubu Prancis. Sebelumnya, bintang Brasil Vinicius Junior juga mengungkapkan kekhawatiran usai pertandingan antara Brasil dan Maroko pada 14 Juni.
Baca Juga: Alfharezzi Buffon Bongkar Gaya Melatih John Herdman di Timnas Indonesia
“Karena cuaca dan panas, rumput cepat mengering dan permainan menjadi sangat lambat. Kami tidak bisa membangun ritme permainan,” ujar Vini.
Vinicius juga menambahkan, kondisi itu menyulitkan timnya dalam mengalirkan bola dan mengembangkan permainan. Meskipun demikian, Vinicius menyadari bahwa para pemain tetap harus beradaptasi.
“Kami harus menyesuaikan diri karena saya rasa kondisi seperti ini akan terus terjadi sepanjang turnamen,” kata Vinicius.
MetLife Stadium dijadwalkan menjadi tuan rumah delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk laga final. Stadion yang juga digunakan tim NFL New York Jets dan New York Giants itu pada dasarnya menggunakan permukaan sintetis FieldTurf. Namun, untuk pertandingan sepak bola, lapisan rumput alami dipasang di atas permukaan tersebut.
Metode pemasangan itu sebelumnya juga menuai kritik saat digunakan pada ajang Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Sejumlah pelatih menilai kualitas lapangan tidak memenuhi standar optimal untuk pertandingan level tertinggi.
Selain itu, beberapa pengamat juga menyoroti tampilan lapangan yang terlihat aus dan tidak merata di beberapa bagian. Meski menuai banyak kritik, FIFA tetap mempertahankan keyakinannya terhadap kualitas lapangan MetLife.
Baca Juga: Tolak Tawaran Inter Milan, Liverpool Hadapi Risiko Kehilangan Curtis Jones Gratis
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut telah melakukan investasi dan penelitian selama lebih dari lima tahun untuk memastikan kualitas terbaik. “Lapangan di seluruh 16 stadion Piala Dunia 2026 berada dalam kondisi sangat baik, baik dari segi kelayakan bermain maupun keselamatan pemain,” kata FIFA.