← Beranda
Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia, Ini Fakta Timnas Jerman yang Bikin Lawan Selalu Waspada
Andre Rizal Hanafi• Senin, 22 Juni 2026 | 12.40 WIB
Timnas Jerman lolos ke fase gugur 32 besar Piala Dunia 2026. (instagram.com/@joshua.kimmich) 

 

JawaPos.com - Timnas Jerman kembali menunjukkan status mereka sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia. Setelah memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Die Nationalmannschaft kembali masuk dalam daftar tim yang berpotensi melangkah jauh di turnamen.

Meski dalam beberapa tahun terakhir performa mereka sempat naik turun, timnas Jerman tetap menjadi negara yang selalu diperhitungkan ketika memasuki fase gugur. Sejarah panjang, mental juara, serta sistem pembinaan yang kuat, menjadi alasan mengapa mereka sulit diabaikan dalam setiap edisi Piala Dunia.

Sejumlah fakta menarik tentang timnas Jerman di piala dunia serta turnamen besar lainnya yang mungkin belum banyak diketahui penggemar sepak bola. Pertama adalah reputasi mereka sebagai salah satu tim terbaik dalam adu penalti. Sejak era Piala Dunia 1982 hingga 2014, Jerman tidak pernah kalah dalam adu penalti di fase knockout.

Baca Juga: Timnas Belanda Catatkan 100 Gol di Piala Dunia, Satu-satunya Tim Elite yang Belum Pernah Juara

Rekam jejak tersebut membuat banyak lawan merasa tidak nyaman apabila pertandingan harus berlanjut hingga babak tos-tosan. Jerman juga tercatat sebagai negara Eropa tersukses di ajang Piala Dunia dengan koleksi empat gelar juara yang diraih pada 1954, 1974, 1990, dan 2014.

Prestasi tersebut menempatkan mereka sejajar dengan negara-negara terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Keberhasilan pada 2014 juga melahirkan catatan khusus. Saat mengalahkan Argentina di final yang berlangsung di Brasil, Jerman menjadi tim Eropa pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia di kawasan Amerika.

Banyak orang mengenal Timnas Jerman dengan julukan Die Mannschaft. Namun ternyata sebutan tersebut baru digunakan secara resmi Federasi Sepak Bola Jerman pada 2015. Sebelumnya masyarakat lebih akrab menggunakan nama DFB-Elf atau Nationalmannschaft. Menariknya, branding Die Mannschaft kemudian dihentikan pada 2022 karena dinilai kurang mendapat dukungan dari para suporter.

Baca Juga: Tetap Kuat Meski Dihantam Cedera, Sistem Hajime Moriyasu Jadi Kunci Permainan Timnas Jepang

Jika berbicara tentang pertandingan ikonik, kemenangan 7-1 atas Brasil pada semifinal Piala Dunia 2014 tentu tidak bisa dilupakan. Hingga kini laga tersebut masih dianggap sebagai salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Fakta menarik lainnya berkaitan dengan warna seragam mereka. Jersey kandang Jerman identik dengan warna putih dan hitam, bukan warna bendera nasional Jerman. Warna tersebut merupakan warisan dari Kerajaan Prusia yang memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya negara Jerman modern. 

Empat bintang yang menghiasi logo timnas juga memiliki makna khusus. Masing-masing bintang melambangkan satu gelar Piala Dunia yang telah mereka raih. Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mengenakan empat bintang pada seragam tim nasionalnya.

Selain dikenal sebagai tim juara, Jerman juga sering disebut sebagai simbol konsistensi. Dari 2002 hingga 2016, mereka selalu mencapai minimal semifinal dalam enam turnamen besar secara beruntun, baik di Piala Dunia maupun Piala Eropa. Catatan seperti itu sangat sulit ditandingi oleh negara lain.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari reformasi besar yang dilakukan setelah kegagalan di Euro 2000. Federasi Jerman melakukan pembenahan total terhadap sistem pembinaan pemain muda. Hasilnya, lahirlah generasi emas seperti Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Mesut Ozil, Manuel Neuer, Thomas Muller, hingga Mario Gotze yang membawa Jerman menjadi juara dunia pada 2014.

Kini, dengan tiket babak 32 besar yang sudah berada di tangan, Jerman kembali menegaskan bahwa mereka tetap menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai. Mereka mungkin tidak selalu datang sebagai unggulan utama, tetapi sejarah membuktikan bahwa Jerman hampir selalu menemukan cara untuk menjadi ancaman serius ketika turnamen memasuki fase gugur.

Baca Juga: Pencetak gol Piala Dunia 2026 : Deniz Undav samai Messi dan David

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah