JawaPos.com - Kegagalan Tunisia melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pemain.
Salah satu reaksi paling emosional datang dari bek senior Tunisia, Ali Abdi, yang tidak mampu menahan air mata saat memberikan pernyataan setelah timnya dipastikan tersingkir dari turnamen usai dipermalukan Jepang 0-4.
Dalam wawancaranya, Abdi terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Tunisia yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim di Piala Dunia.
Namun, di saat yang sama, ia juga melontarkan kritik terhadap kondisi yang menurutnya menghambat persiapan tim nasional.
Baca Juga: Usai Tumbang dari Argentina, Pemain Aljazair Nilai Kritik Publik Terlalu Berlebihan
"Saya meminta maaf kepada para pendukung Tunisia, bukan kepada orang-orang yang suka menyebarkan informasi ke sana kemari. Ini bukan demi kepentingan negara," ujar Abdi.
Pemain berusia 32 tahun itu menilai Timnas Tunisia tidak memiliki waktu yang cukup untuk membangun kekompakan sebelum tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Menurutnya, perubahan yang terus terjadi membuat tim kesulitan menemukan stabilitas.
Abdi menyoroti situasi yang membuat skuad harus terus beradaptasi dengan perubahan, alih-alih fokus memperbaiki kekurangan yang ada.
Baca Juga: Tampil Gemilang bersama Jerman di Piala Dunia 2026, Ini Fakta Asal-Usul Deniz Undav
Ia merasa proses pembangunan tim sering kali dimulai kembali dari awal sehingga perkembangan yang sudah dicapai tidak bisa berlanjut secara maksimal.
"Kami tidak punya waktu untuk bekerja. Setiap kali semuanya dirusak untuk dibangun kembali, padahal seharusnya yang dilakukan adalah memperbaiki kekurangan yang ada," katanya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sebagian pemain yang dibawa ke Piala Dunia belum memiliki cukup kesempatan bermain bersama dalam waktu yang panjang.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa tim saat menghadapi lawan-lawan yang sudah memiliki fondasi kuat.
Menurut Abdi, banyak negara peserta Piala Dunia telah mempersiapkan tim mereka selama bertahun-tahun dengan proyek yang berkelanjutan. Sementara itu, Tunisia harus menghadapi turnamen dengan waktu persiapan yang relatif terbatas.
Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 di Kendal Tornado FC, Owner Jagokan Argentina dan Presiden Pilih Portugal
"Kami datang ke Piala Dunia dengan pemain yang belum pernah bermain bersama. Kami tidak bisa mempersiapkan turnamen sebesar ini hanya dengan beberapa pertandingan," ungkapnya.
Pernyataan Ali Abdi langsung menjadi perhatian publik sepak bola Tunisia. Banyak pendukung menilai kritik tersebut mencerminkan persoalan yang sudah lama dibahas mengenai konsistensi program tim nasional.
Baca Juga: Prediksi Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 16 Besar Grup G
Meski perjalanan Tunisia di Piala Dunia 2026 telah berakhir, komentar Abdi diperkirakan akan memicu evaluasi lebih lanjut terhadap arah pengelolaan sepak bola negara tersebut.
Bagi sebagian pihak, kritik itu bukan sekadar luapan emosi setelah kekalahan, melainkan peringatan agar Tunisia memiliki perencanaan yang lebih matang untuk menghadapi kompetisi internasional di masa depan.