← Beranda
Tetap Kuat Meski Dihantam Cedera, Sistem Hajime Moriyasu Jadi Kunci Permainan Timnas Jepang
Andre Rizal HanafiSenin, 22 Juni 2026 | 01.30 WIB
Hajime Moriyasu jadi sosok kunci transformasi Jepang pada Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

JawaPos.com - Timnas Jepang kembali menunjukkan konsistensi permainan di level internasional. Di tengah badai cedera yang menimpa sejumlah pemain penting, skuad Samurai Biru tetap mampu tampil kompetitif berkat sistem permainan yang telah dibangun pelatih Hajime Moriyasu selama bertahun-tahun.

Hajime Moriyasu pertama kali dipercaya menangani timnas Jepang pada 2018. Saat itu, tugas utamanya bukan hanya mempertahankan prestasi yang sudah ada, tetapi juga menyiapkan regenerasi untuk menghadapi tantangan jangka panjang.

Delapan tahun kemudian, hasil dari proses tersebut mulai terlihat dengan jelas. Salah satu kekuatan terbesar Jepang saat ini adalah kedalaman skuad. Ketika beberapa pemain utama harus menepi karena cedera, tim tidak mengalami penurunan performa yang signifikan. 

Baca Juga: Pencetak gol Piala Dunia 2026 : Deniz Undav samai Messi dan David

Para pemain pengganti mampu menjalankan peran yang sama karena telah dibiasakan dengan sistem yang konsisten sejak level tim nasional. Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Federasi sepak bola Jepang dan Moriyasu memilih mempertahankan arah pembangunan tim dalam jangka panjang.

Fokus mereka bukan hanya mencari hasil cepat, melainkan membangun identitas permainan yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Selain aspek taktik, Jepang juga melakukan pembenahan dari sisi mentalitas. Kegagalan pada Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi bahan evaluasi penting. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang lebih sering menghadapi lawan-lawan kuat dari Eropa dan Amerika Latin melalui laga uji coba internasional. Langkah tersebut terbukti memberikan dampak positif.

Baca Juga: Yoo Jae-hoon Tinggalkan Persijap Jepara, Susul Shin Tae-yong ke Persija Jakarta?

Para pemain semakin terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan pertandingan dengan tempo cepat. Pengalaman itu membuat Jepang tampil lebih percaya diri ketika menghadapi tim-tim besar di turnamen resmi.

Saat ini, Jepang tidak lagi hanya bergantung pada kualitas individu. Kekuatan utama mereka terletak pada kolektivitas tim. 

Hampir setiap lini memiliki persaingan yang sehat dan stok pemain yang memadai. Situasi ini menjadi modal penting untuk menjaga performa dalam jangka panjang.

Banyak pengamat menilai generasi sekarang sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Jepang. Kombinasi pemain yang berkarir di liga-liga top Eropa, sistem yang matang, serta pengalaman internasional yang semakin kaya membuat Jepang memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh di panggung dunia.

Target menjadi juara dunia memang masih menjadi tantangan besar. Namun melihat perkembangan yang ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terus bergerak ke arah yang tepat. 

Jika tren positif ini berlanjut, mimpi besar tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan di masa depan.

Baca Juga: Ilkay Gundogan Bela Leroy Sane di Tengah Badai Kritik: Orang-Orang Tidak Memahami Dia

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah